nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gawang Liverpool Terlalu Mudah Dibobol, Souness: Van Dijk adalah Solusi Tepat untuk Mereka!

Ezha Herdanu, Jurnalis · Selasa 24 Oktober 2017 10:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 24 45 1801099 gawang-liverpool-terlalu-mudah-dibobol-souness-van-dijk-adalah-solusi-tepat-untuk-mereka-NUkUKk1nSE.jpg Virgil van Dijk (Foto: AFP)

LONDON – Liverpool melalui kampanye mereka di Liga Inggris musim 2017-2018 dengan catatan yang minor. Bahkan hingga musim sudah melewati sembilan pertandingan, Liverpool masih terpaku di posisi kesembilan pada klasemen sementara Liga Inggris 2017-2018 dengan raihan 13 poin.

Klub berjuluk The Reds tersebut terpaut 12 poin dari pemuncak klasemen sementara, yakni Manchester City. Salah satu masalah yang tengah dihadapi Liverpool di musim ini adalah terlalu mudahnya gawang mereka dibobol oleh para pemain lawan.

Terhitung, Liverpool sudah mengalami 16 kali kebobolan di Liga Inggris musim ini. Teranyar, tim arahan Jurgen Klopp tersebut tertunduk lesu usai dibantai Tottenham Hotspur 1-4 dalam pertandingan yang berlangsung di Wembley Stadium.

Baca Juga: Liverpool Langsung Kebobolan 2 Gol dari Everton, Jordan Henderson: sejak Awal Kami Tidak Siap

Mengetahui kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari salah satu legenda Liverpool sendiri, yakni Graeme Souness. Ia menilai bahwa gawang Liverpool takkan dibobol sebanyak ini, andai mereka mampu merampungkan transfer Virgil van Dijk di bursa transfer musim panas kemarin.

“Anda hanya sekuat pemain Anda yang paling lemah dan hari ini Lovren adalah pemain terlemah mereka. Dan setelah 10 menit, mereka tertinggal 2-0 dari salah satu tim terbaik di negara ini di musim ini,” papar Souness, seperti disadur dari Sky Sports, Selasa (24/10/2017).

Baca Juga: Siap Terima Kritikan Pedas, Jordan Henderson: Liverpool Akan Segera Bangkit

“Saya pikir (Van Dijk) akan memperbaiki (pertahanan) siapa pun. Jadi Anda tidak mendapatkannya. Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda menyimpan uang Anda atau bergerak dan membeli pemain pilihan kedua atau ketiga atau keempat. Klopp memutuskan untuk tidak melakukan itu, ia sadar masalah itu berada di sana,” lanjut pria berusia 64 tahun itu.

“Namun ia memutuskan untuk tidak memakai uangnya dan tidak mendatangkan pemain pilihan kedua atau ketiga dan ini terbukti menghantuinya. Satu orang tidak menyelesaikan semua masalah Anda, tapi jika ia ada di sana hari ini, mereka tidak tertinggal 2-0 setelah 10 menit,” tuntasnya.

(mrh)

Berita Terkait

Liverpool 2017-2018

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini