Image

Tak Ingin Ada Korban Jiwa Lagi di Pertandingan Sepakbola, Berikut Pernyataan Resmi Kemenpora

Karina Nur Shabrina, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 08:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 49 1794533 tak-ingin-ada-korban-jiwa-lagi-di-pertandingan-sepakbola-berikut-pernyataan-resmi-kemenpora-o2Wf87qXp4.jpg Ilustrasi suporter sepakbola (Foto: Antara/Yusran Uccang)

JAKARTA – Dunia sepakbola Tanah Air kembali mendapat kabar duka terkait meninggalnya Banu Rusman, suporter Persita Tangerang. Sempat dibawa ke RSUD Cibinong, Banu mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 12 Oktober 2017. Insiden yang merenggut nyawa suporter itu sendiri terjadi pada Rabu, 11 Oktober 2017 sore.

Melawan PSMS Medan, Persita gagal mendulang kemenangan dalam laga di Stadion Persikabo, Bogor, hingga bentrok antar suporter tak dapat terhindarkan. Menjadi partai terakhir kedua tim di Grup B babak 16 besar Liga 2, pertandingan sendiri sempat kondusif selama 90 menit.  

Baca juga: Sampaikan Belasungkawa, Ketum PSSI Sesalkan Kerusuhan Suporter

Baca juga: Suporter Persita Tangerang Meninggal Dunia, PSSI Ucapkan Belasungkawa

Menanggapi hal itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengeluarkan rilis resminya melalui Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto. Dikutip dari laman resmi, Jumat (13/10/2017), berikut lima poin yang ditegaskan Kemenpora.

1. Kemenpora menyampaikan pernyataan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Banu Rusman, suporter Persita Tangerang. Semoga Almarhum diterima di sisi Nya dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

2. Kemenpora meminta dengan sungguh-sungguh agar PSSI mengusut tuntas masalah tersebut, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Kemenpora telah mencatat bahwa dalam 6 bulan terakhir ini masih cukup banyak kekerasan yang sangat memprihatinkan yang terjadi di sejumlah pertandingan baik di Liga 1 dan Liga 2.

3. Kemenpora meminta dengan dengan sungguh-sungguh agar PSSI menindak tegas siapapun yang diduga keras baik langsung maupun tidak langsung atas terjadinya peristiwa yang memakan korban jiwa dan luka-luka tersebut. Tidak peduli apapun latar belakang terduga pelakunya, maka PSSI harus bertindak tegas, tidak perlu ragu sedikitpun dan harus obyektif.

4. Kemenpora juga meminta PSSI untuk melakukan percepatan pembinaan kualitas perwasitan secara nasional, karena terjadinya kerusuhan kadang sering terjadi karena kompetensi wasit yang cenderung kurang berkualitas dan kurang obyektif. Publik dan supporter menuntut adanya wasit yang berkomitmen tinggi dalam setiap pertandingan.

5. Seluruh rangkaian tuntutan Kemenpora tersebut semata-mata didasari oleh kebutuhan adanya kompetisi yang berkualitas, tertib, disiplin, aparat kemanan  dan pertandingan yang tegas, dan yang paling penting adalah: sudah mulai meningkatnya harapan publik ada kualitas Timnas usia muda akhir-akhir ini yang berkualitas bagus. Jika satu demi satu kerusuhan dan jatuh korban tidak bisa diminimalisasi, maka tidak tertutup kemungkinan publik akan berkurang kepercayaan pada kompetisi yang berlangsung.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini