Share
Indra Sjafri membawa Timnas Indonesia U-19 meraih kejayaan. (Foto: PSSI)

Timnas Indonesia U-19, Bersama Indra Sjafri Meraih Gelar Pertama dan Kini Menuju Takhta Juara

Fetra Hariandja

Kamis, 14 September 2017 - 20:15 wib

PUBLIK sepakbola Tanah Air bangga luar biasa setelah Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 tampil sebagai juara Piala AFF 2013. Empat tahun silam, Timnas Garuda Nusantara menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Vietnam melalui drama tendangan penalti.

Perjuangan dan keberhasilan Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan pantas diacungkan jempol. Generasi penerus sepakbola Merah Putih ini membayar kekalahan dari Vietnam 1-2 pada babak penyisihan Grup B. Semua mata tertuju kepada Vietnam, lantaran menyapu bersih lima laga penyisihan dengan angka penuh.

BACA JUGA: Jelang Timnas Indonesia U-19 vs Thailand U-19, Saddil Ramdani: Kami Ingin Juara Piala AFF U-18 2017!

Anak asuh Indra Sjafri tersebut pun harus duduk sebagai runner-up klasemen akhir Grup B, di bawah Vietnam. Kekalahan dari Vietnam sangat mengejutkan dan menjadi cambuk bagi Tinmnas Indonesia.

Tampil di hadapan publik sendiri, Petrokimia Stadium, Gresik, Timnas Indonesia membuktikan diri layak menjadi juara. Indonesia tanpa memberi peluang menghentikan perjuangan Timor-Leste 2-0 sekaligus memastikan tiket final. Lawan yang dihadapi pada partai puncak adalah Vietnam yang mengalahkan Laos 1-0.

BACA JUGA: Timnas Indonesia U-19 vs Thailand U-19, Tim Tertajam Kontra Pertahanan Terkukuh di Piala AFF U-18 2017

Vietnam yang diunggulkan kala itu tidak mampu mengulangi sukses seperti pada babak penyisihan. Indonesia berhasil meredam gempuran Nguyen Van Toan dan kawan-kawan sepanjang pertandingan. Kedudukan tanpa gol bahkan terus berlanjut hingga dua babak perpanjangan waktu.

Kedua pelatih terpaksa harus menunjuk para algojo pada fase tendangan penalti. Keberuntungan akhirnya menjadi milik Timnas Indonesa. Dengan kedudukan akhir 7-6, Indonesia mencatatkan sejarah meraih gelar juara Piala AFF junior untuk pertama kali.

Kejayaan Timnas U-19 di Asia Tenggara bak ditelan bumi. Kepergian Indra Sjafri, menjadi pukulan telak bagi Indonesia. Terbukti, Indonesia gagal lolos dari fase grup Piala AFF 2014 karena menjadi juru kunci. Kala itu, Indonesia yang dibesut Rully Nere tidak mampu mencuri satu poin pun.

Belum hilang rasa kecewa, sepakbola Indonesia kembali diterpa persoalan berat. Badan Sepakbola Dunia (FIFA) melarang Indonesia tampil di berbagai pentas dunia pada 2015. Otoritas sepakbola tertinggi ini menilai, pemerintah campur tangan dalam persoalan sepakbola. Langkah pemerintah melanggar Statuta FIFA.

1 / 2
klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Manchester City 13
    2 Manchester United FC 13
    3 Chelsea FC 10
    4 Newcastle United 9
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 FC Barcelona 15
    2 Sevilla 13
    3 Athletic Madrid 11
    4 Valencia CF 9
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Napoli 15
    2 Juventus 15
    3 FC Internazionale Milano 13
    4 AC Milan 12
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 Borussia Dortmund 13
    2 FC Bayern Munich 12
    3 Hoffenheim 11
    4 Hannover 96 11