Share
Ronaldo saat membela Andorinha. (Foto: Buku The Obsession fo Perfection)

OKEZONE STORY: Sering Kalah, Cristiano Ronaldo Sempat Ingin Berhenti Mengolah Si Kulit Bulat

Ramdani Bur

Senin, 19 Juni 2017 - 11:15 wib

CRISTIANO Ronaldo kecil memiliki skill olah bola memukau. Sejak usia 3 tahun, Ronaldo sudah akrab dengan yang namanya si kulit bulat. Ke mana pun pergi, ia selalu menenteng bola pemberian sang ayah, Jose Dinis Aveiro.

Ketika masuk tim junior klub amatir di Kepulauan Madeira, Andorinha pada 1993-1994, Ronaldo langsung menunjukkan kelasnya. Saat itu meski masih kecil, Ronaldo selalu bertekad membawa timnya meraih kemenangan.

Jika timnya kalah atau tertinggal, Ronaldo selalu menangis di atas lapangan. Bahkan terkadang karena menangis itulah, tenaga Ronaldo menjadi berlipat-lipat. Tak heran, tim yang dibela Ronaldo mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

Akan tetapi pernah suatu ketika, Ronaldo tak lagi memiliki keingingan bermain si kulit bulat. Sebab, tim junior Andorinha dinilainya terlalu lemah. Andorinha kalah bersaing dari klub-klub Kepulauan Madeira lainnya macam Maritimo, Nacional da Madeira, Machico atau Camara de Lobos. Namun, Dinis selaku ayah Ronaldo mencoba mengambil peran dalam momen keterpurukan itu.

1 / 2
klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Manchester City 13
    2 Manchester United FC 13
    3 Chelsea FC 10
    4 Newcastle United 9
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 FC Barcelona 15
    2 Sevilla 13
    3 Athletic Madrid 11
    4 Valencia CF 9
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Napoli 15
    2 Juventus 15
    3 FC Internazionale Milano 13
    4 AC Milan 12
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 Borussia Dortmund 13
    2 FC Bayern Munich 12
    3 Hoffenheim 11
    4 Hannover 96 11