nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Djanur Bantah Diintervensi Manajemen Persib

Oris Riswan, Jurnalis · Selasa 13 Juni 2017 01:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 13 49 1714374 djanur-bantah-diintervensi-manajemen-persib-EaLD2KgXBs.jpg

BANDUNG - Setelah pelatih Djadjang 'Djanur' Nurdjaman mengutarakan keinginannya mundur dari Persib Bandung, berbagai polemik mencuat. Salah satunya adalah ia mendapat intervensi dari manajemen dan petinggi Persib dalam urusan meracik tim.

Isu pun berhembus kencang. Salah satu yang paling kentara adalah dalam penentuan pemain. Manajemen disebut-sebut ikut campur dan mengintervensi keputusannya.

Tapi hal itu dibantah mentah-mentah oleh Djanur. Ia menegaskan manajemen dan petinggi Persib tidak ikut campur dalam urusan yang berkaitan dengan taktik.

"Ada yang sedikit membuat kami jadi tidak nyaman tentang (isu adanya) intervensi manajemen, manajer dalam hal ini. Saya klarifikasi, sebetulnya itu pandangan orang luar yang terlalu berlebihan barangkali," tegas Djanur.

Menurutnya, opini yang dialamatkan itu sangat jauh dari kenyataan. Ia mencontohkan dalam penentuan 11 pemain utama untuk pertandingan. Ia memang sering meminta saran dari manajer dan petinggi Persib. Tapi itu dalam konteks meminta saran.

"Kalau misalnya kami sebelum briefing berargumen antara pelatih dengan asisten, termasuk manajer, bertukar pikiran itu hal yang wajar. Dan bukan hanya kepada manajer, kadang-kadang Pak Zainuri (Komisaris Utama Persib) kita libatkan untuk itu," jelasnya.

Djanur mengatakan, meminta saran bukan berarti dirinya tidak percaya diri sebagai pelatih. Tapi ia ingin meminta pandangan orang lain di Persib agar mantap dalam mengambil keputusan.

Apalagi, manajer dan petinggi Persib menurutnya tidak memaksakan kehendak jika memberikan saran. Apa yang mereka utarakan tidak harus dijalankan. Semua keputusan akhir ada di tangan Djanur.

"Saya pikir kalau dibilang ada intervensi, berlebihan, saya pikir terlalu berlebihan, terlalu lebay. Kenyataannya seperti itu (tidak ada intervensi) di lapangan," kata Djanur.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini