Share

Robinho, Pemain Amerika Selatan yang Gagal di Inggris

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 28 April 2017 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 28 51 1678894 robinho-pemain-amerika-selatan-yang-gagal-di-inggris-EqkubfPLIO.jpg Robinho saat membela Manchester City. (Foto: AFP/Ian Kington)

JIKA ditanya siapa pesepakbola Amerika Selatan yang gagal di Inggris, Robson De Souza atau biasa disebut Robinho adalah jawabannya. Setelah memikat perhatian sepakbola dunia bersama Santos di awal kariernya pada 2002, Robinho diboyong Real Madrid pada musim panas 2005.

Setelah tiga musim membela Madrid dengan raihan 137 gol dari 35 penampilan, Robinho diboyong Manchester City pada musim panas 2008 dengan mahar Rp606 miliar. Di musim perdananya, pesepakbola berusia 33 tahun itu tampil lumayan dengan raihan 14 gol dari 31 penampilan bareng Man City di Liga Inggris 2008-2009.

Akan tetapi, Robinho yang begitu dekat dengan kehidupan malam gagal mempertahankan performa di musim keduanya atau pada 2009-2010. Di paruh pertama musim, Robinho hanya tampil 10 kali dan tanpa mencetak satu gol pun.

Pada akhirnya di paruh kedua musim atau Januari 2010, Robinho dipinjamkan Man City ke klub masa kecilnya, Santos. Selama enam bulan bersama Santos, Robinho tampil brilian dengan raihan 11 gol dari 22 penampilan.

Hal itu menunjukkan, Robinho tak mampu beradaptasi dengan iklim sepakbola Inggris dan lebih nyaman merumput di tanah kelahirannya. Sejak saat itu, Robinho tak pernah lagi terlihat di Man City. Pada akhirnya Robinho dibeli permanen oleh AC Milan pada musim panas 2010. Saat itu, Robinho mengungkapkan alasannya meninggalkan Stadion Etihad.

Robinho mengaku tidak betah dengan kehidupan Kota Manchester. Selain itu, organisasi klub yang identik dengan warna biru itu dinilai Robinho juga sangat kaku. Alhasil, ia lebih memilih membela Milan yang memiliki proyek besar saat itu. Jadi selama satu setengah musim membela Manchester Biru, tak ada satupun trofi yang mampu diraihnya.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini