Image

Tingginya Standar Pemain Muda di Persib

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 02:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 21 49 1672991

BANDUNG - Nama Febri Hariyadi muncul jadi bintang baru Persib Bandung. Ia tampil apik di Piala Jenderal Sudirman. Ia kemudian sempat turun kasta kembali ke Diklat Persib. Tapi di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 namanya kembali mencuat.

Saat itu, Zulham Zamrun yang bergabung ke Tim Nasional (Timnas) menjadi berkah tersendiri. Febri kembali dipromosikan ke tim senior dan langsung mendapatkan tempat utama.

Pemain berposisi sayap kanan itu pun menjelma jadi pemain penting yang tidak tergantikan di Persib. Belakangan, Gian Zola juga menyita perhatian. Meski dipromosikan ke tim senior dalam saat bersamaan, penampilan Zola baru terlihat apik di Piala Presiden 2017.

Yang teranyar, ada nama Henhen Herdiana yang juga menjadi pemain muda andalan pelatih Djadjang 'Djanur' Nurdjaman. Sementara selain ketiga nama itu, para pemain muda Persib belum bersinar. Mereka adalah Ahmad Subagja Basith, Agung Mulyadi, Pudja Abdillah, dan Angga Febrianto.

Mereka masih jarang mendapat kesempatan bermain meski sekadar untuk memenuhi regulasi wajibnya pemain muda dimainkan. Faktor kurangnya pengalaman menjadi alasan selain kemampuan teknik yang belum keluar sepenuhnya.

Djanur mengakui memukaunya performa Febri yang diikuti Zola dan Henhen membuat publik seolah menerapkan standar pemain muda Persib otomatis menjadi lebih tinggi. Ekspektasi mereka terhadap pemain muda Persib tidak boleh biasa-biasa saja.

Ia mencontohkan sosok Agung Mulyadi. Sebagai pemain dengan posisi sama dengan Febri, Bobotoh pasti menaruh harapan tinggi pada Agung.

"Pasti orang akan menyamakan dengan Febri, akan berharap dia seperti Febri," kata Djanur di Stadion Persib, Kota Bandung, Kamis (20/4/2017).

Diakuinya, harapan yang terlalu tinggi terhadap pemain muda bisa jadi dua sisi berbeda. Di satu sisi, harapan akan membuat sang pemain terbebani yang akibatnya kemampuan terbaiknya tidak muncul.

Di sisi lain, harapan tinggi akan membuat pemain muda bersemangat saat berlatih. Bahkan saat dipercaya bermain, sang pemain bisa jadi akan tampil impresif.

Ia pun berharap para pemain mudanya bisa mengambil sisi positif dari harapan tinggi tersebut. Sehingga, karir sang pemain akan bersinar dan harapan Bobotoh terpuaskan.

"Harusnya (harapan tinggi) itu jadi tantangan untuk lebih baik. Bukan hanya untuk Agung, pemain (muda) yang lain juga sama," pinta Djanur.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini