PARIS – Kisah romanitsme antara Claudio Ranieri dengan Leicester City memang harus kandas di musim ini. Adalah sejumlah hasil buruk yang diterima oleh The Foxes tersebut sepanjang musim ini menjadi penyebab didepaknya Ranieri.
Padahal, Ranieri sendiri memiliki jasa yang sangat besar dengan sukses mengantarkan Leicester menjuarai Liga Inggris pada musim lalu. Ia juga mampu membawa Jamie Vardy dan kolega lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim ini.
Namun nasib malang tak bisa dihindari Ranieri. Ia harus merelakan jabatannya sebagai manajer yang sudah diembannya sejak 13 Juli 2015 usai. Keputusan manajemen Leicester memecat Ranieri pun memunculkan sejumlah kritikan. Salah satunya dari mantan pemain Manchester United, Eric Cantona.
“Sang pesulap datang dan mengubah para pemain yang setengah bertalenta menjadi juara, namun ketika awan mendung datang, mereka yang tidak tahu terima kasih itu meminta sang pesulap pergi. Itu merupakan pengkhianatan,” ucap Cantona, seperti dikutip dari Soccerway, Kamis (9/3/2017).
“Leicester sudah memecat satu-satunya pelatih yang membuat mereka memenangkan sesuatu di dalam sejarah mereka yang tidak luar biasa. Ketika mereka kembali ada di ujung rantai makanan, mereka menyingkirkan Claudio yang malang, seolah dia seperti anjing yang terkena wabah kutu,” sambungnya.
“Terlebih Leicester, peringkat tujuh belas di Championship merupakan DNA kalian. Anda semua sudah merasakan kejayaan, namun tidak tahu hal itu juga bisa membawa kesulitan. Anda semua menendang seseorang yang hebat dan kini Anda hanya punya seorang pelatih bernama Shakespeare,” tuntasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.