Share

Angan Madura United yang Belum Sesuai Kenyataan

Kukuh Setiawan

Selasa, 28 Februari 2017 - 10:01 wib

MADURA -- Angan untuk menyaksikan performa tim yang lebih beringas, sejauh ini belum menjadi kenyataan bagi Madura United (MU) FC. Tersingkir dari babak delapan besar Piala Presiden 2017 membuktikan tim asuhan Gomes De Oliviera belum benar-benar kompeitif.

Salah satu faktor yang dianggap kelemahan MU adalah produktivitas para juru gedor. Tim berjuluk Sape Kerap sudah mendatangkan striker-striker kelas kakap macam Greg Nwokolo dan Luiz Junior. Nyatanya mereka belum mengangkat prestasi MU di turnamen tersebut.

Greg Nwokolo memang sudah mecetak tiga gol di empat laga Piala Presiden, tetapi Luiz Junior baru menyarangkan sebiji. Sementara pemain-pemain lain di lini kedua seperti Engelberd Sani, Bayu Gatra, hingga Slamet Nur Cahyo, juga belum benar-benar menjadi solusi minimnya koleksi gol.

Pelatih Gomes Oliviera mendapatkan mandat dari Presiden MU Achsanul Qosasi untuk memperhatikan naluri mencetak gol timnya. Seusai disingkirkan Pusamania Borneo FC di delapan besar, dengan blak-blakan Achsanul mengatakan para penyerang masih jauh dari ekspektasi.

"Ya, saya akan mengevaluasi semuanya setelah Madura United tersingkir dari Piala Presiden. Pak Achsanul juga memberikan instruksi kepada saya untuk membenahi beberapa kelemahan, salah satu yang disoroti adalah penyelesain akhir para penyerang," jelas Gomes De Oliviera.

Gomes yang selama ini mengklaim timnya punya penyerang-penyerang terbaik di Indonesia, ibarat dalam tekanan moril. Dia harus bisa menunjukkan bahwa Greg, Junior, serta striker-striker lainnya adalah penyerang kelas wahid seperti pujiannya selama ini.

"Saya tidak bisa menilai kinerja mereka sekarang, karena ini baru pra musim. Greg dan Junior baru bergabung dengan Madura United dan tentunya membutuhkan waktu untuk adaptasi. Saya tetap percaya keduanya striker luar biasa," begitu keyakinan Gomes.

Secara permainan, sebenarnya staf pelatih tidak ada keluhan karena tim bisa bermain kompak dan ofensif. Misalnya lawan PBFC, tim kebanggaan Pulau Garam ini terbukti bisa mendominasi permainan dan banyak membuka peluang. Tapi semuanya menguap karena penyelesaian akhir yang tidak efisien.

klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Manchester City 16
    2 Manchester United FC 16
    3 Chelsea FC 13
    4 Tottenham Hotspur FC 11
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 FC Barcelona 18
    2 Athletic Madrid 14
    3 Sevilla 13
    4 Real Madrid CF 11
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Napoli 18
    2 Juventus 18
    3 FC Internazionale Milano 13
    4 AC Milan 12
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 Borussia Dortmund 16
    2 Hoffenheim 14
    3 FC Bayern Munich 13
    4 Augsburg 11