nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekurangan Pelatih Futsal, AFP Jatim Gelar Kursus

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Jum'at 03 Februari 2017 05:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 02 03 51 1608234 kekurangan-pelatih-futsal-afp-jatim-gelar-kursus-s93bEBQOPx.jpg

SURABAYA – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kualitas pelatih futsal. Salah satunya dengan kembali mengadakan kursus pelatih futsal level satu nasional dengan instruktur pelatih Timnas AFF 2017 Andre Irawan, di Bhaskara Arena Futsal Surabaya, Kamis 2 Februari 2017.

Sekretaris AFP Jawa Timur, Martin Setia Budi, mengatakan bahwa kursus kepelatihan ini merupakan salah satu pogram kerja AFP Jatim di 2017 untuk pengembangan futsal Jatim. “Hal terpenting yang diharapkan dari pelatihan ini, mereka bisa membawa perubahan dan memberi kemajuan bagi futsal di Jawa Timur serta futsal Indonesia secara keseluruhan. Agar prestasi semakin meningkat,” ujar Martin.

Menurutnya, futsal di Jawa Timur berkembang dengan sangat pesat. Namun, dirinya mengakui Jawa Timur masih kekurangan pelatih yang berlisensi dibandingkan dengan beberapa provinsi lain. Sebab, kedepan kompetisi akan menerapkan aturan bahwa klub yang ikut berkompetisi futsal di bawah naungan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) harus berlisensi minimal level satu nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia, Sai Dong, menjelaskan pada Februari, AFP Jatim menggelar dua kali kursus, yakni gelombang pertama yang dimulai 1-4 Februari 2017 dan gelombang kedua yang diselenggarakan pada 8-11 Februari 2017.

“Kursus level satu nasional kali ini merupakan gelombang pertama, yang digelar pada 1-4 Februari 2017. Ada 24 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur yang ambil bagian, seperti halnya Kabupaten Magetan yang mengirimkan lima peserta,“tambahnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan dua pelatihan ini, pihak PSSI menunjuk Andre Irawan sebagai instruktur pelatih futsal. Dengan intruktur tersebut diharapkan mampu menyerap ilmu kepelatihan dan mampu meningkatkan pembinaan futsal di daerahnya masing-masing.

“Hal terpenting yang diharapkan dari pelatihan ini, mereka bisa membawa perubahan dan memberi kemajuan bagi futsal di daerahnya dan futsal Indonesia secara keseluruhan. Nanti juga akan diketahui, siapa yang bekerja keras berdasar sertifikatnya pastilah akan membawa kemajuan untuk futsal di daerahnya,” tegas Sai Dong.

Dalam pelatihan tersebut, Andre Irawan memberikan dua materi yakni materi dalam bentuk tutorial dan praktek di lapangan.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini