Langkah FFI Perbaiki Kualitas Kompetisi Futsal di Indonesia

Oris Riswan, Jurnalis · Selasa 10 Januari 2017 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 10 51 1587418 langkah-ffi-perbaiki-kualitas-kompetisi-futsal-di-indonesia-D7gyLFVbwd.jpg Edhie Prasetyo (kiri) ingin majukan futsal Tanah Air. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

BANDUNG - Federasi Futsal Indonesia (FFI) berencana terus memperbaiki kualitas kompetisi futsal Tanah Air. Harapannya, kualitas futsal Indonesia secara umum akan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Sekjen FFI Edhie Prasetyo mengatakan saat ini ada dua kompetisi resmi yang terus berjalan yaitu kompetisi profesional (kasta tertinggi) dan semiprofesional (kasta kedua) yang baru saja tuntas yaitu Blend Futsal Nusantara.

Untuk saat ini, kompetisi profesional akan diikuti 16 tim putra dan delapan tim putri. Tapi ke depan, jumlah kontestan akan ditambah dan tidak lagi dibagi grup alias akan jadi satu wilayah.

"Kelak tim putra akan diisi 18 klub dan putri 12 klub," kata Edhie di GOR Institut Teknologi Bandung (ITB), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin 9 Januari 2017 malam.

Tapi ia hal itu akan dilakukan secara bertahap. Sebab butuh persiapan matang dari berbagai pihak, terutama kesiapan klub.

"Itu proyek kita di masa depan. Dalam beberapa tahun kedepan mungkin kita akan pakai format yang sekarang ini (dibagi grup)," ucapnya.

"Yang kita hitung kemampuan klub. Jangan sampai kemudian kita memaksakan kompetisi tapi kemudian tidak diimbangi dengan kemampuan klub," jelas Edhie.

Sementara untuk kompetisi semiprofesional musim depan, FFI akan menerapkan aturan lebih ketat dibanding sebelumnya. Nantinya tim tidak boleh lagi memakai jasa pemain yang pernah bermain di kompetisi profesional.

Tujuannya agar kualitas tim peserta kompetisi kasta kedua memiliki kekuatan merata. Sehingga tidak akan lagi terjadi perbedaan kualitas yang jomplang antara tim satu dengan lainnya.

"Kita mengakui tahun ini masih ada kelemahan yaitu beberapa klub masih menggunakan pemain yang pernah berlaga di liga pro, meskipun usianya memenuhi, yaitu dibawah 21 tahun," ungkapnya.

"2017, semua pemain yang tercatat main di liga pro enggak boleh main di semipro. Pasti (kualitasakan lebih merata

Edhie menambahkan kompetisi profesional dan semiprofesional sendiri merupakan salah satu sarana untuk melahirkan bibit-bibit pemain futsal handal, baik putra maupun putri. Dengan berjalannya kompetisi, kelak timnas futsal akan diisi pemain-pemain yang lebih berkualitas agar bisa berprestasi lebih baik di tingkat internasional.

Ia pun memuji salah satu tim finalis putri pada Blend Futsal Nusantara yaitu Football Plus yang merupakan wakil Jawa Barat. Mereka menurunkan pemain-pemain binaannya sendiri dan belum pernah ada yang bermain di liga profesional. Tapi mereka bisa berbicara banyak dan sampai ke final.

"Kita melihat Football Plus melakukan pembinaan pemain, tdk ada satu pun pemain yang pernah bermain d liga pro, semuanya pemain baru. Harapan kita itu membuat futsal itu semakin maju," tandas Edhie.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini