AMSTERDAM – Salah satu sosok yang sedih ditinggal Johan Cruyff adalah Marco van Basten. Dia bahkan terang-terangan mengaku mengidolai sang maestro.
Cruyff meninggal di usia 68 tahun pada 24 Maret 2016 akibar kanker paru-paru. Cruyff terkenal sebagai legenda sepakbola yang membawa Belanda menjadi runner-up Piala Dunia 1974. Dia juga sukses bersama Ajax Amsterdam dan Barcelona.
“Johan selalu menjadi idola buat saya. Saya selalu menonton pertandingan Ajax di Liga Champions pada 1970-an yang memiliki pemain-pemain seperti Ruud Krol, Johan Neeskens, Sjaak Swart dan tentu Cruyff. Mereka memenangi turnamen itu tiga kali beruntun dan permainannya enak dilihat,” kata Van Basten, seperti dimuat Voetbal International, Sabtu (26/3/2016).
Tak hanya sukses sebagai pemain, Cruyff juga memiliki prestasi segudang saat menjadi pelatih terutama di Barcelona. Van Basten pun mengenang saat pertama kali bertemu sang legenda dan dirinya dibuat sangat gugup saat itu.
“Cruyff selalu menarik perhatian saya. Tim itu selalu bagus, dan Johan adalah pemain yang elegan. Saya masih ingat bertemu dengan dia untuk pertama kali. Mungkin saat saya berusia 15 tahun. Dia turun dari tangga dan saya berdiri. Saya merasakan dorongan untuk menjabat tangan dia, tapi itu tidak pernah saya lakukan. Mungkin karena saya terlalu segan dan hormat kepadanya,” jelasnya.
(Pidekso Gentur Satriaji)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.