Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Striker Paling Mematikan Sepanjang Masa

Fetra Hariandja , Jurnalis-Rabu, 09 Desember 2015 |15:21 WIB
10 Striker Paling Mematikan Sepanjang Masa
A
A
A

SETIAP klub atau tim nasional sepakbola pasti memiliki striker hebat. Seorang bomber dipilih karena naluri "membunuh" di lini pertahan lawan.

Tidak bisa dibantah bahwa seorang striker belum tentu cakap dalam membobol gawang lawan. Sehingga tidak banyak striker yang karena prestasinya.

Sedikitnya ada 10 striker atau pencetak gol yang layak dinobatkan paling mematikan sepanjang sejarah. Berikut 10 nama striker mematikan di dunia.

1. Pele - Brasil

Pemain Timnas Brasil ini layak dinobatkan sebagai striker terbaik dunia sepanjang masa. Ada sederet alasan untuk menegaskan Pele sebagai striker terbesar.

Sejak memulai karier profesonal pada 1956, penampilannya langsung mengguncang dunia. Hampir di setiap pertandingan, Pele selalu membukukan gol.

Bersama Santos (1956-1974) dan New York Cosmos (1975-1977), legenda kelahiran 23 Oktober 1940 ini menyumbangkan 650 gol dari 694 penampilan. Rekor bersama Timnas Brasil juga bisa diklaim gemilang. Dari 92 pertandingan, ia mampu mengemas 77 gol.

Pemilik nama lengkap Edson Arantes do Nascimento ini bahkan menjadi satu-satunya pemain yang mempu meraih tiga gelar Piala Dunia (1962, 1966, dan 1970).

2. Diego Maradona - Argentina

Kendati ada pro-kontra, tak bisa disangkal kualitas individu yang dimiliki Diego Maradona. Gerakannya dan kualitas dalam mengolah bola sulit dihentikan pemain lawan.

Sejak debut profesionalnya, Maradona membantu klub yang dibela meraih banyak gelar. Mahkota juara dimaksud seperti tropi Liga Argentina, Piala Spanyol, dua gelar Serie A, Piala Italia, dan UEFA Cup.

Gemilang sukses bersama klub tidak mambuatnya puas. Pemilik nama lengkap Diego Armando Maradona Franco ini juga membuktikan diri saat membela Timnas Argentina. Gelar juara Piala Dunia 1986 akhirnya diraih. Bahkan, satu momentum penting terjadi yang membuatnya dikenal dengan sebutan "Tangan Tuhan".

Bersama tujuh klub yang dibela, Maradona menyumbangkan 259 gol dari 491 pertandingan. Untuk Timnas Argentina, ia tampil dalam 91 laga dan mempersembahkan 34 gol.

3. Ferenc Puskas - Hungaria

Namanya menang tidak secemerlang Pele dan Maradona. Namun Ferenc Puskas tidak bisa diabaikan dalam sejarah striker terbaik dunia.

Puskas mampu menyumbangkan 84 gol dari 85 pertandingan bersama Timnas Hungaria. Artinya, legenda kelahiran 2 April 1927 ini menyumbangkan rata-rata satu gol di setiap pertandingan. Tentu prestasi yang sulit dicetak bomber papan atas sekalipun.

Sepanjang karier profesional klubnya, ia memenangkan lima gelar Liga Hungaria, lima gelar La Liga, dan tiga Piala Eropa. Dia mencetak 514 gol dalam 529 pertandingan. Pantas bila sosok yang pernah berkostum Budapest Honvéd dan Real Madrid ini disejajarkan sebagai striker terbaik dalam sejarah sepakbola dunia.

4. Eusebio - Purtugal

Eusebio merupakan nama terbesar dalam sejarah sepakbola Portugal. Kecepatannya, penguasaan bola, dan sentuhan akhir mematikan membuatnya diklaim sebagai pencetak gol paling produktif dalam sejarah. Ia memimpin Benfica dalam melalui masa emas.

Bersama Benfica, Eusebio memenangkan 11 Liga Portugal, lima Piala Portugal, dan dua kali Piala Eropa. Pada akhir kariernya, ia mencetak 727 gol dalam 715 pertandingan, meski beberapa ahli statistik mengklaim gol yang tercipta sebanyak 1.137.

Legenda kelahiran 25 Januari 1942 ini memimpin Timnas Portugal ke semifinal Piala Dunia 1966. Untuk Portugal, dia bermain dalam pertandingan dan mencetak 41 gol.

5. Gerd Muller - Jerman

Gerd Muller adalah tokoh penting bagi keberhasilan Bayern Munich dan Timnas Jerman. Bersama Franz Beckenbauer, Muller menjadi pencetak gol produktif dan menjadi yang terbaik di dunia.

Di level klub, dia memenangkan empat gelar Bundesliga, empat Piala Jerman, Piala Winners, dan tiga Piala Eropa berturut-turut. Dia mencetak 582 gol dalam 669 pertandingan sepanjang karier klubnya. Bahkan, Muller lebih produktif dengan Timnas Jerman.

Sepanjang mengenakan Der Panzer, ia menyumbangkan 68 gol dalam 62 penampilan. Muller termasuk tokoh sukses bagi Jerman pada Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974.

Ia dianugerahi Ballon d'Or 1970. Pada 2000, Muller dianugerahi sebagai pencetak gol terbaik sepanjang masa.

6. Ronaldo - Brasil

Pada periode 1990-2000, Ronaldo menjadi salah satu striker paling menakutkan di dunia. Nalurinya dalam membobol gawang lawan membuat gentar barisan pertahan dan kiper.

Selama kariernya, Ronaldo memenangkan Piala Brasil, Piala Belanda, Piala Winners Cup, Piala Spanyol, Piala UEFA, dan dua gelar La Liga.

Pestasi emas tidak hanya dibukukan pada level klub. Pemilik nama lengkap Ronaldo Luís Nazário de Lima ini juga membantu Timnas Brasil meraih mahkota Piala DUnia 1994 dan 2002. Sayangnya, kurang primanya fisik Ronaldo dinilai sebagai penghambat Brasil memastikan gelar Piala Dunia 1998.

Bomber yang pernah memperkuat PSV, Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan AC Milan ini dua kali dinobatkan sebagai pemain terbaik Eropa dan tiga kali pemain terbaik dunia. Dia juga pemegang rekor terbanyak mencetak gol dalam kompetisi Piala Dunia, yakni 15 pada 2006.

7. Fernando Peyroteo - Portugal

Tidak ada pemain lain dalam sejarah mampu menandingi rekor gol Peyroteo untuk rasio permainan.

Saat membela Sporting, Peyroteo mencetak 331 gol dalam 187 pertandingan. Rekornya 1,68 gol per pertandingan tidak tertandingi di dunia sepakbola. Dia bahkan pernah mencetak sembilan kali dalam satu pertandingan.

Legenda dengan nama lengkap Fernando Baptista de Seixas Peyroteo de Vasconcelos ini juga pernah membukukan delapan gol di pertandingan lain.

Pada tiga kesempatan, ia menjaringkan enam gola dalam tiga pertandingan, lima gol dalam 12 laga dan empat gol dalam 17 pertandingan.

8. Marco Van Basten - Belanda

Seandainya tidak mengalami cedera sekaligus mengakhir karier profesionalnya pada usia 27 tahun, Van Basten mungkin menjadi yang terhebat. Ia membantu timnya memenangkan banyak trofi.

Selama kariernya, legenda kelahiran 31 Oktober 1964 ini berhasil memenangkan Piala Winners Cup, tiga gelar Liga Belanda, tiga Piala Belanda, tiga Serie A, dan dua Piala Eropa.

Dia juga seorang tokoh yang sangat penting pada 1988 pada Piala Eropa. Ia membantu Belanda meraih gelar dan mencetak tendangan voli spektakuler di final.

Secara Individu, Van Basten dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA 1992, serta Ballon d'Or (1988, 1989, dan 1992).

9. Arthur Friedenreich - Brasil

Andai dunia sepakbola tidak memiliki Pele, nama Arthur Friedenreich mungkin sangat cemerlang. Friedenreich merupakan pemain legenda bagi Tim Samba.

Masih terjadi perdebatan atas prestasinya mencetak gol. Beberapa sumber mengklaim Friedenreich mencetak 1.239 gol dalam 1.329 pertandingan. Sementara lainnya membukukan 1.329 gol dalam 1.239 pertandingan.

10. Romario - Brasil

Fakta bahwa pemain dengan lebih dari 1.000 gol atas namanyan yakni Romario. Pemain yang dikenal genius saat berada di area pertahanan lawan bahkan disejajarkan dengan legenda sepakbola Belanda, Johan Cruyff.

Romario memulai karier profesionalnya di Vasco de Gama. Dalam prestasi, Romario meraih empat gelar Liga Brasil, tiga Piala Belanda, tiga Liga Belanda, dan La Liga.

Legenda dengan nama lengkap Romário de Souza Faria ini menjadi pemain kuci pada Piala Dunia 1994. Timnas Brasil sebagai jawara Piala Dunia. Ia dianugerahi Golden Ball atau pemain terbaik di ajang tersebut. Kemudian dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA of the Year.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement