Share

Aremania Wait and See

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Jum'at 03 April 2015 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 03 49 1128527 aremania-wait-and-see-T5j9zQJPpS.jpg Aremania masih menunggu (Foto: antara)

MALANG - Perkembangan di Malang sama sekali belum ada reaksi berlebihan dari suporter walau BOPI tak memberikan rekomendasi kepada Arema Cronus. Itu karena manajemen sudah membuat keputusan bulat bahwa pertandingan ISL tetap digelar di Stadion Kanjuruhan.

"Keputusan BOPI bagi kami sangat lucu. Arema bagus dalam verifikasi AFC, tapi tak direkomendasi BOPI. Saya tentu mendukung langkah Arema untuk tetap lanjut di ISL. Selama Arema tetap bisa bermain di ISL, keputusan BOPI tak perlu diambil pusing," jelas Donny Saputra, Aremania asal Kepanjen.

Dia berkeyakinan bahwa verifikasi AFC sebagai federasi sepakbola Asia lebih bisa dipercaya dibanding verifikasi BOPI. Arema Cronus beberapa waktu lalu menerima perwakilan AFC dan hasilnya memuaskan alias tidak ada masalah dengan klub Arema.

Supporter Arema Cronus juga yakin Arema tidak akan terbendung oleh keputusan BOPI yang tak memberikan rekomendasi bermain di ISL 2015. "Sejauh ini teman-teman Aremania belum ada gerakan apa-apa. Tapi kalau memang nanti Arema benar-benar dilarang main, mungkin ceritanya lain. Wait and see dulu," sebut Donny.

Dia yakin yang menjadi bidikan BOPI adalah legalitas Arema Cronus, termasuk juga Persebaya Surabaya, menyusul adanya dualisme klub beberapa musim silam. "Kami semua tahu di dalam BOPI juga ada orang yang dulunya di IPL (Indonesia Premier League). Mereka masih mengincar Arema Cronus," cetusnya.

Walau begitu, ada juga Aremania yang memilih berpikir objektif terkait putusan BOPI tersebut. Beberapa menyatakan Arema harus introspeksi dengan polemik verifikasi dan secepatnya membenahi celah yang bisa memojokkan klub ke depannya.

"Arema Cronus disebut belum melengkapi ini-itu dalam verifikasi. Saya rasa harus tetap bersikap bijak, bahwa kami tidak boleh berpikir paling benar. Kalau memang masih ada kekurangan dan kelemahan, hendaknya cepat diperbaiki agar tak menjadi bom waktu," kata Arif Mahendra, Aremania asal Sawojajar.

Dia menyontohkan tunggakan gaji Munhar, eks pemain Arema selama tiga musim, yang beberapa waktu lalu mencuat. Masalah-masalah yang seharusnya bisa diselesaikan hendaknya tidak dibiarkan berlarut-larut dan menjadi bahan bagi pihak lain untuk menyerang Singo Edan.

"Kalau masih ada masalah, kasihan Aremania yang memberikan totalitasnya dalam mendukung Arema. Saya berharap pengalaman ini menjadi introspeksi bagi manajemen untuk memperbaiki semuanya. Soal bagaimana nasib Arema di ISL, kami tunggu perkembangannya," tandas dia.

Manajemen Arema Cronus masih yakin bahwa BOPI sengaja mengarahkan bidikan ke Malang dengan menjadikan dualisme klub sebagai senjata. General Manager Arema Ruddy Widodo mengatakan BOPI terus mencari celah agar menemukan alasan tak merekomendasi Arema Cronus.

"Persoalan finansial, pajak dan gaji pemain sudah kami lengkapi, kemudian masalah dualisme menjadi alasan. Saya yakin berapa pun banyaknya berkas yang dikirim ke BOPI, akan selalu ada yang salah. Soal dualisme kan sudah tak ada masalah, wong sudah ada unifikasi liga yang disepakati PSSI," demikian Ruddy Widodo.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini