nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kunci agar Sepakbola Wanita Indonesia Maju

Pidekso Gentur Satriaji, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2015 19:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 03 11 51 1117174 kunci-agar-sepakbola-wanita-indonesia-maju-9Kr7EI0uUk.jpg Tiffany Roberts dan Tim Sahaydak (Foto: Pidekso Gentur Satriaji/ Okezone)

JAKARTA – Berbeda dengan pria, wanita yang menggeluti sepakbola di Indonesia masih menjadi hal yang tabu. Legenda sepakbola wanita asal Amerika Serikat (AS), Tiffany Roberts, tak segan membocorkan beberapa kunci sukses sepakbola wanita di negaranya.

“Memulai dari tim yang lebih muda, Anda harus membuat tim yunior agar bisa dikembangkan. Mengidentifikasi bakat-bakat muda melalui kompetisi, dan mengumpulkan mereka dalam training camp,” ucap Roberts, saat berbicang dengan wartawan di Kedubes AS Annex, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2015).

“Budaya menjadi tantangan utama suatu negara sulit mengembangkan sepakbola wanita, terlebih kurang mendapat dukungan dari pemerintah. Usaha yang kami lakukan adalah membuat coaching clinic untuk anak-anak, dan ketika pulang ke rumah mereka akan memberi tahu dan meyakinkan orang tua keuntungan dari sepakbola. Maka dari itu, dukungan orang tua sangat penting bagi pengembangan sepakbola wanita,” lanjutnya.

Roberts sendiri adalah mantan bintang Tim Nasional AS yang pernah mengantarkan timnya meraih medali emas dalam Olimpiade1996, kemudian menjadi juara Piala Dunia Wanita 1999. Kini, dia menjabat sebagai pelatih sepakbola wanita University of Central Florida.

Dalam lawatannya ke Jakarta, Roberts tak sendirian. Dia ditemani sang suami, Tim Sahaydak yang juga seorang Associate Head Coach dari UCF Knight Women’s Soccer. Senada dengan sang istri, Sahaydak menekankan pentingnya pembinaan usia dini.

“Saya pikir langkah pertama adalah menemukan bakat-bakat muda yang Anda sudah miliki. Kemudian berlanjut dengan menciptakan sistem pengembangan, seperti turnamen agar memberikan kesempatan untuk bakat-bakat ini. Terutama untuk menarik perempuan muda yang sebenarnya tertarik tapi tidak memiliki tempat untuk bermain,” terang Sahaydak.

(fmh)

BERITA FOTO
+ 5

Akademi Sepakbola Satu Halmahera

Direktur PT Tobelo Global Investama Bachrowi (kiri), Satu Hati (SH) Foundation, Sahrin Hamid (tengah), FIFA Agency Danny Tarus (kedua kanan), Pelatih Julius Kwateh (kedua kiri) dan Pemain asing Sunday Seah (knan) memberi keterangan usai penandatanganan kerjasama di Jakarta, Sabtu (7/3/2015). SH Foundation bekerjasama dengan Danny Tarrus membangun Akademi Sepakbola Satu Halmahera yang bertujuan untuk mencari pemain berbakat di Halmahera Utara untuk direkrut bermain di klub Liga Indonesia maupun luar negeri.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini