Share

Slemania Berharap Dirut PT PSS Sleman Mundur

Prabowo (Okezone), Jurnalis · Jum'at 12 Desember 2014 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 11 49 1078134 slemania-berharap-dirut-pt-pss-sleman-mundur-1mQ4449FGc.jpg Slemania Berharap Dirut PT PSS Sleman Mundur (Foto: Antara)

SLEMAN - Slemania, suporter PSS Sleman berharap agar manajement tim Elang Jawa dirombak terkait insiden memalukan sepakbola gajah, beberapa waktu lalu. Terlebih, PSSI sudah menjatuhkan sanksi cukup berat bagi kedua tim yang berlaga, yakni PSS Sleman dan PSIS Semarang.

 "Sebagai suporter, kami selalu suport tim kebangaan warga Sleman agar lebih baik, mungkin kedepan lebih baik dirombak management PSS Sleman yang terbukti terlibat sepakbola gajah," kata Lilik Yulianto, Ketua Slemania dikonfirmasi Okezone.com, Kamis (11/12/2014).

 Harapannya, kata dia, agar insiden memalukan dunia sepakbola seperti sepakbola gajah tidak terulang kembali. Selain itu, Dirut PT PSS Supardjiono lebih baik mundur karena orang yang bertanggung jawab atas seluruh tim.

 "Pak Pardji sebaiknya mundur dari manajemen PSS, dia kan orang yang bertanggung jawab dalam manajemen," jelasnya.

 Saat disinggung Pak Pardji divonis bebas dari sanksi Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) atas kasus sepakbola gajah ? Lilik justru mempertanyakan ke PSSI.

 "Saya sebenarnya heran kenapa Pak Pardji itu tidak mendapat sanksi, yang mendapat sanksi hanya pelatih dan pemain, keterangan yang tim kecil kami menduga dia terlibat," tudingnya.

 Dengan demikian, Lilik berharap manajemen PSS Sleman lebih baik dari sebelumnya. Musim kompetisi 2015 nanti, kata dia, seluruh pemain putra asli daerah Sleman, sehingga perlu manajemen yang bisa menyeleksi pemain.

 "Kalau manajemen sebenarnya kita engak ikut-ikutan, tapi kalau bisa harus lebih baik. Kita sebagai suporter kan hanya mendukung dan mendukung selama itu baik untuk tim," jelasnya.

 Sebagai suporter, kata Lilik, cukup dengan memberi dukungan saat tim berlaga dengan lawan manapun. Membeli tiket, menyanyikan lagu-lagu penyemangat, serta tidak perlu anarkis usai pertandingan cukup dilakukan bagi suporter.

 "Usai berlaga ya sudah, kalah menang dalam sepak bola itu biasa, sportifitas tetap harus dijunjung, jangan seperti sepakbola gajah, itu sama saja mengingkari diri sendiri," ujarnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini