Share

Perbedaan Persib Tahun 1995 & 2014

Oris Riswan, Jurnalis · Sabtu 15 November 2014 05:27 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 15 49 1065807 perbedaan-persib-tahun-1995-2014-bc2iB33eXg.jpg Yudi Guntara saat diwawancara wartawan (Foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG - Legenda Persib Bandung, Yudi Guntara, bersyukur Firman Utina dan kawan-kawan bisa menggenggam titel juara Indonesia Super League (ISL) musim 2014. Ia menilai Persib memang layak jadi kampiun.

"Persib memang harus juara karena dihuni para pemain berkualitas. Apalagi ada banyak pemain timnas dan kemampuan individu yang bagus," kata Yudi.

Dari segi permainan, ia melihat Persib cukup konsisten dari awal musim hingga akhirnya jadi juara. "Grafiknya terus naik signifikan, terutama saat laga tandang menunjukkan prestasi yang sangat bagus," ungkapnya.

Yudi lalu sedikit mengenang masa-masa ketika jadi pemain. Ia sempat mencicipi gelar juara sebagai pemain bersama Persib pada Liga Indonesia di musim 1994/1995. Ada perbedaan yang cukup kentara jika dua gelar juara itu disandingkan.

"Yang jadi perbedaan saya kira yang sekarang Persib punya kualitas individu pemain yang bagus. Tapi pada 1994/1995 itu kekompakan timnya lebih bagus dan tidak ada pemain asing," jelasnya.

Saat itu, Persib benar-benar tampil dengan kekuatan lokalnya yang luar biasa. Nama-nama beken macam Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Kekey Zakaria, Roy Darwis, hingga Nandang Kurnaedi tampil ganas untuk mengantar Persib jadi juara.

Kondisi itu berbeda dengan saat ini. Pemain lokal asal Jawa Barat kalah banyak dibanding pemain 'interlokal' dan asing. Pemain lokal yang sering mendapat kesempatan bermain yaitu Atep, Tantan, dan Ferdinand Sinaga. Sisanya, pemain lokal lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Di luar pemain lokal, Persib punya pemain timnas yang berasal dari luar Jawa Barat macam I Made Wirawan, Supardi, Firman Utina, Hariono, Taufiq, Tony Sucipto, dan Ahmad Jufriyanto. Sementara talenta asingnya Vladimir Vujovic, Konate Makan, dan Coulibaly Djibril.

Bersyukur dengan gelar juara yang sudah diraih, Yudi pun mengingatkan agar pembinaan pemain lokal tetap diperhatikan. Jangan sampai justru bibit pemain lokal 'mati' sebelum berkembang,"Kalau menurut saya pribadi pembinaan diutamakan," tegasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini