Image

Bedanya Messi & Ronaldo di Mata Rodgers

Randy Wirayudha, Jurnalis · Senin 03 November 2014, 20:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 11 03 46 1060522 bedanya-messi-ronaldo-di-mata-rodgers-SBaTjRGpTw.jpg Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro (Foto: Reuters)

LIVERPOOL – Sosok Cristiano Ronaldo benar-benar spesial di mata Brendan Rodgers. Setelah merujuk Ronaldo sebagai contoh buat salah satu calon bintang, Raheem Sterling, Rodgers meluapkan segala sanjugannya pada megabintang Real Madrid dan Portugal itu.

Rodgers menyiratkan kesulitannya jika terpaksa harus membandingkan CR7 – sebutan Ronaldo, dengan super-star Barcelona dan Argentina, Lionel Messi. Namun arsitek Liverpool itu tetap punya dua pendapat berbeda tentang dua pemain yang acap jadi role model itu.

Jika menyinggung La Pulga, Rodgers mengaku kagum akan kecerdasan dan kejeniusannya di tengah lapangan. Tapi buatnya, CR7 punya keunggulan yang berbeda.

“Si kutu (Messi) seorang yang jenius dan saya pengagum besar akan talentanya, tapi Ronaldo ‘ngotot’ saat bertarung dan dia layak memenangkan (Ballon d’Or) tahun lalu. Anda harus bilang bahwa Ronaldo pemain terbaik di level klub dan boleh dibilang, sepakbola internasional,” ungkap Rodgers.

“Dia super-efisien. Apa yang Anda suka darinya adalah saat bicara kegigihan dan profesionalisme dalam hidup. Dia sosok yang selalu muncul dalam nominasi Ballon d’Or selama empat tahun dan mungkin dalam beberapa momen, dia nyaris memenangkannya,” lanjutnya.

Rodgers tak sekadar bicara. Nakhoda kelahiran Carnlough (Irlandia Utara) 41 tahun lalu itu, melihat sendiri apa yang dibicarakannya tentang CR7, saat sang bintang bersama El Real, bertandang ke Anfield, beberapa waktu lalu di Liga Champions.

“Saya melihatnya berlatih di Anfield, satu malam sebelum laga pertama kami melawan Real Madrid. Kondisi suhu sangat dingin, tapi dia tetap tersenyum dan nampak bahagia,” sambung Rodgers kepada Daily Mail, Senin (3/11/2014).

“Sebelum memulai laga, dia berdiam di pinggir lapangan, minum sebotol air dan mungkin merasakan nostalgia sesaat karena kembali lagi ke Inggris. Saat tiba waktunya, dia melempar botol dan langsung bersiap. Sebagai pelatih, senang bisa melihat pemain hebat dan seorang profesional yang luar biasa,” tuntasnya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini