Share

Lampard Sang Pembelot dan Dewa Penolong

Ezha Herdanu, Okezone · Senin 22 September 2014 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 22 418 1042618 sbiZm7qTAv.jpg Frank Lampard (Kanan) Saat Berseragam Manchester City Kala Menghadapi Chelsea Dalam Lanjutan Premier League (Foto: Andrew Yates/Reuters)

MANCHESTER – Frank James Lampard, nama yang sangat tidak asing untuk para pengemar sepakbola Inggris terutama yang menjadi pendukung Chelsea. Bagimana tidak, pemain kelahiran Romford, London, Inggris 36 tahun silam itu telah mengukir kenangan manis bersama klub asal London Barat selama lebih dari satu dekade.

 

Akan tetapi, kisah romantisnya bersama Chelsea harus berakhir secara sepihak kala manajemen London Biru itu, tidak memperpanjang masa baktinya pada akhir musim 2013-2014 lalu. Merasa terbuang, Lampard pun akhirnya menyetujui pinangan klub asal Amerika Serikat, New York City FC yang sebenarnya merupakan klub affiliasi peserta Premier League lainnya, Manchester City.

 

Musim MLS yang baru akan dimulai pada bulan Maret 2015, membuat dirinya pun akhirnya resmi dipinjamkan ke City agar kebugaran Lampard tetap terjaga. Keputusannya kembali ke Premier League dengan berada di pihak yang berseberangan dengan Chelsea, membuat banyak kalangan menilai keputusan itu sarat akan kontroversi.

 

Bagaimana tidak, Lampard yang telah 13 musim membela The Blues, dan dianggap sebagai pemain legendaris oleh para pendukung Chelsea, kini, harus berada di sisi yang berlawanan dengan klub pengoleksi empat gelar Premier League tersebut, yakni bersama City yang juga merupakan salah satu rival Chelsea di ajang kompetisi domestik dan juga Eropa.

 

Laga penuh emosional itu pun akhirnya datang, menjamu Chelsea pada lanjutan Premier League musim ini di Etihad Stadium, Minggu (21/9/2014) malam WIB. Klub besutan Manuel Pellegrini harus tertinggal terlebih dahulu, setelah Andre Schurrle berhasil mencetak keunggulan The Blues.

 

Namun, kemenangan Chelsea yang sudah di depan mata pun akhirnya sirna kala sang Legenda yang turun sebagai pemain penganti usai mengantikan Aleksandr Kolarov berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke- 85. Gol itu berhasil dicetaknya setelah menerima umpan dari James Milner dari sisi kiri pertahanan The Blues.

 

Seusai pertandingan, Lampard pun mengungkapkan tentang perasaannya setelah mencetak gol ke gawang Chelsea, klub yang sudah membesarkan namanya itu. Dia menyatakan bahwa berharap gol tersebut tidak pernah terjadi, dan menganggap hal itu membuatnya berada di situasi yang sulit.

 

“Itu (gol ke gawang Chelsea) benar-benar situasi yang sulit. Saya akan tidak profesional jika tidak bermain dan melaksanakan tugas yang diberikan. Saya mencoba untuk masuk ke kotak (penalti), itu adalah bola yang bagus dari Milly (James Milner). Saya memiliki 13 tahun yang luar biasa bersama fans Chelsea. Jelas, saya sangat senang tim yang saya bela meraih hasil imbang. Jadi, sulit bagi saya untuk menjawab,” ungkap Lampard, kepada Sky Sports.

 

“Saya kehilangan kata-kata. Saya tidak menduga bermain dan mencetak gol seperti itu. Saya masuk dan fans Chelsea bernyanyi, itu sungguh emosional. Kemudian saya bermain melawan klub yang selama ini mengasuh saya dengan baik. Jadi, saya benar-benar terjebak di tengah,” lanjutnya.

 

Sedangkan mantan pelatih Lampard saat di Chelsea, Jose Mourinho menyatakan bahwa kisah panjang pemain yang mendapat julukan Super Lampard itu, bersama The Blues telah usai saat dirinya memutuskan untuk bergabung bersama City. Akan tetapi, dia juga mengungkapkan bahwa Lampard akan selalu mendapatkan tempat di hati para pendukung Chelsea sampai kapanpun.

 

”Frank Lampard adalah pemain Manchester City, saya tidak percaya pada cerita cinta dan hati. Mungkin saya terlalu pragmatis dalam sepak bola. Ketika ia (Lampard) memutuskan untuk pergi ke pesaing (City), maka kisah cintanya bersama Chelsea telah berakhir,” terang Mourinho, seperti dikutip Daily Star.

 

“Dia melakukan pekerjaannya sebagai pemain profesional. Dia mendapat sambutan yang baik, ini adalah Inggris dan ini adalah pendukung Chelsea. Chelsea tidak akan pernah lupa, apa yang sudah ia lakukan untuk klub ini,” sambungnya.

 

Pemain yang sudah mengoleksi 147 gol dari 429 penampilan bersama The Blues itu sendiri bergabung ke Chelsea pada musim 1995-1996 setelah diboyong dari West Ham United dengan mahar 11,5 juta Pounds. Bersama klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar Premier League, empat FA Cup, tiga title Capital One, satu gelar Liga Champions, serta satu Europa League.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini