Share

Monk, si Perusak Debut Van Gaal

A. Firdaus, Okezone · Senin 18 Agustus 2014 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 18 418 1026014 hA4YsW0zx7.jpg Louis van Gaal dan Garry Monk (foto: Reuters)

NAMA besar Louis van Gaal yang digadang-gadang bakal membawa Manchester United bangkit, harus dirusak debutnya oleh pasukan Garry Monk. Tak tanggung-tanggung, Swansea City mampu membuat United bertekuk lutut dengan skor 1-2, akhir pekan lalu.

 

Tampil di laga perdana Premier League 2014-2015, Van Gaal belum bisa berbuat banyak untuk membawa United lari dari bayang-bayang musim lalu yang kelam. Di mana tim berjuluk Setan Merah itu finis di posisi tujuh dan tak bisa tampil di kompetisi internasional, seperti Liga Champions, maupun Europa League.

 

Menjamu Swansea di hadapan puluhan ribu publik Old Trafford, United tampil dengan formasi baru, yaitu tiga bek sejajar ala Van Gaal. Sayang dengan menerapkan strategi klasik itu, lini pertahanan United terlihat keropos.

 

Sung-Yong Ki, pemain asal Korea Selatan itu mampu membuktikannya dengan mencetak gol pada menit ke-28. Tertinggal, asa untuk bangkit sempat ada untuk tuan rumah ketika Wayne Rooney mencetak gol penyeimbang.

 

Namun pada menit ke-72, Gylfi Thor Sigurdhsson membungkam pendukung tuan rumah lewat golnya, sekaligus membuat The Swans (julukan Swansea) membawa pulang poin sempurna dari stadion yang dulunya angker dengan julukan Teater Impian.

 

Kesuksesan klub asal Wales ini tak lepas dari taktik jitu Monk, yang tidak menganggap United merupakan tim besar. United hanya tim yang berisikan 11 pemain, dan pelatih yang baru berusia 35 tahun ini enggan peduli dengan nama besar Setan Merah.

 

“Saya mengingatkan mereka bahwa ini hanyalah permainan lapangan hijau, 11 pemain melawan 11 pemain. Ini bukan tentang Old Trafford yang kehilangan kebesarannya. Tapi saya tidak peduli, yang saya pedulikan hanyalah kami,” ucap Gonk, usai pertandingan.

 

Dibandingkan Van Gaal, Monk merupakan pelatih pendatang baru, bahkan ini menjadi debutnya menjabat sebagai pelatih sebuah tim. Per 4 Februari 2014, Monk melanjutkan kepemimpinan Swansea dari tangan Michael Laudrup yang dipecat oleh manajemen klub, sebagai pelatih interim.

 

Pertandingan pertamanya adalah pada derby Wales Selatan, 8 Februari silam melawan Cardiff City di ajang Premier League. Debut manis baginya, setelah Swansea menang 3-0. Di tangannya pula, Swansea berhasil lolos dari jarum degradasi.

 

Pada awal musim ini, tepatnya 7 Mei 2014 klub yakin dengan kemampuannya dan menghadiahkan penandatanganan kontrak selama tiga musim untuk membesut klub yang bermarkas di Liberty Stadium itu.

(fir)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini