nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7000 Anak & 450 Pelatih Ikuti Coaching Clinic

Reza Jailani, Jurnalis · Kamis 20 Maret 2014 18:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 03 20 51 958291 xVrTgWZw2r.jpg Preskon coce kicks di Jakarta. (Foto: Reza/Okezone)

JAKARTA – Pada hari ini, Kamis 20 Maret 2014 telah berlangsung sebuah acara coaching clinic. Bertempat di Planet Futsal Rasuna, Jakarta Selatan dan telah berlangsung selama empat tahun dengan tahun ini melibatkan sekitar 7.000 anak dan 450 pelatih dari seluruh Indonesia.

 

Acara ini menghadirkan Head of Corporate Communication, Coca-Cola Amatil Indonesia, Putri Silalahi, mantan pelatih timnas U-23 Indonesia yang kini melatih klub Persebaya Surabaya, Rahmad Darmawan dan Manajer Teknik ASA, Lee Hawkins berbicara mengenai bagaimana pendidikan sepakbola nasional seharusnya dilakukan.

 

Tujuan diadakannya acara Coke Kicks coaching klinik sebuah komitmen dari Coca Cola yang diperuntukan memfasilitasi para pemain muda usia 12 tahun hingga 17 tahun dengan memperbekali mereka tidak hanya pada skill sepakbola melainkan juga perkembangan life skill. Sehingga nantinya mereka akan tumbuh menjadi pemain sepakbola professional yang komplit.

 

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Kepala Bagian Komunikasi dari CCAI, Putri Silalahi, “Data yang saya dapatkan terakhir dari Nielson pada 2013, menyatakan terdapat 120juta masyarakat Indonesia yang menonton sepakbola di Televisi dan besaran Tv Share nya adalah 30%, dengan data tersebut tak dapat dipungkiri lagi sepakbola merupakan olahraga yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia,”jelas Putri.

 

“Sayangnya hal tersebut tidak di barengi dengan pendidikan, pengetahuan, pengembangan, kepelatihan serta infrastruktur yang tidak mendukung. Karena itulah Coke Kicks ini diadakan untuk memfasilitasi mereka yang berusia 12-17 tahun mendapatkan pendidikan sepakbola yang seharusnya,” tambahnya.

 

Hal ini juga diamini oleh coach RD, panggilan Rahmad, yang mengakui Indonesia tak akan pernah kekurangan bakat-bakat pesepakbola muda, namun seperti telah disebutkan bakat-bakat tersebut hanyalah bakat mentah. Jika tak dibina sejak usia dini dengan pelatihan berjenjang dengan baik dan benar.

 

“Saat ini edukasi yang diperlukan untuk bibit-bibit Indonesia berkembang adalah pelatih-pelatih yang mengerti bagaimana cara memberikan materi-materi kepelatihan sehingga para pemain berkembang bukan hanya tehnik bermain sepakbola saja tapi juga secara mental dan psikologis,”ujar RD.

 

“Jangan berbicara mengenai prestasi juara terlebih dahulu, tetapi lihat perkembangan sang pemain baik itu di dalam lapangan maupun diluar lapangan. Itu adalah hal yang terpenting,”lanjutnya.

 

Bekerjasama dengan para pelatih dari ASA Foundation yang mengirimkan beberapa trainer-nya untuk memberikan pelatihan kepada pelatih-pelatih di sekolah sepakbola Indonesia.

 

“Targetnya adalah memberdayakan pelatih di tingkat akar rumput seluruh Indonesia, supaya program ini berkelanjutan dan menjadi proyek jangka panjang dan meninggalkan warisan yang nyata di daerah-daerah yang menjadi target kami,” ungkap Hawkins.

 

Nantinya, pada setiap tahun akan dipilih sebanyak 16 pemain-pemain terbaik yang dihasilkan Coke Kicks. Daftarnya akan diserahkan kepada PSSI untuk menilai pemain tersebut apakah layak untuk masuk kedalam program pembinaan salanjutnya atau tidak dan bahkan dapat diproyeksikan untuk bergabung dengan timnas usia dini.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini