Piala Dunia 2006

Azwar Ferdian, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2014 11:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 02 11 357 938965 vKsoICZGMF.jpg Italia singkirkan Prancis di final.(foto:ist)

JERMAN terpilih kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. 32 tim dari lima benua ambil bagian di perhelatan ini. Australia juga tampil dengan mewakili benua Oceania, mengikuti jejak Selandia Baru yang lebih dulu merasakannya di PD 1982.

Tidak banyak kejutan terjadi di PD kali ini. Semua tim unggulan lolos ke babak kedua. dan seluruh wakil Asia gagal lolos ke babak tersebut. Sementara wilayah CONCACAF (Amerika Utara dan Amerika Tengah) hanya menyisakan Meksiko, dan Afrika menyisakan Ghana. Australia juga melaju.

Memasuki babak perempatfinal, pertandingan berjalan semakin menarik. Argentina salah satu tim unggulan harus bertemu Jerman. Tuan rumah sukses melaju ke semifinal usai menang di babak adu penalti.

Prancis yang tampil kurang meyakinkan di babak pertama melanjutkan kebangkitannya dengan mengalahkan Brasil di perempatfinal. Sebelumnya, Prancis menghentikan Spanyol di babak kedua.

Untuk pertama kalinya sejak 1982 pertandingan semifinal mempertemukan wakil Eropa, Italia, Jerman, Prancis, dan Portugal. Italia dan Jerman bersua, sementara Prancis menantang Portugal.

Italia suskes membungkam tuan rumah 2-0, melalui perpanjangan waktu. Dua gol tersebut diciptakan Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero. Sementara Prancis menang tipis 1-0 atas Portugal melalui eksekusi penalti Zinedine Zidane.

Italia dan Prancis untuk kesekian kalinya harus bertemu.Kedua tim bersua di pertempatfinal PD 1998 dan pada final Euro 2000. Kedua laga dimenangkan Prancis.

 

Pada duel di final Piala Dunia 2006, Les Bleus unggul terlebih dahulu pada menit 7 melalui gol penalti Zidane. Italia mampu membalas 12 menit kemudian melalui gol tandukan Marco Materazzi.

Zidane dan Materazzi kembali menjadi pusat perhatian akibat sebuah insiden pada menit 110. Zidane menanduk Matrix, yang belakangan diketahui menghina Zidane. Akibatnya, kapten Ayam Jantan ini diusir wasit Horacio Elizondo.

Untuk kedua kalinya (setelah Piala Dunia 1994), pertandingan final harus berakhir dengan adu penalti. David Tregezuet gagal mengeksekusi penalti, dan Italia pun menang 5-3 untuk melengkapi gelar juara menjadi empat kali.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini