Jempol buat "Never-Say-Die" Singa Mesopotamia

Fitra Iskandar, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2013 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 11 51 835373 aIhKFSj9vz.JPG Uruguay vs Irak.(foto:IST)

JAKARTA - Pagelaran Piala Dunia U-20 di Turki tahun ini menorehkan catatan emas bagi sepakbola Asia. Tiga tim dari konfederasi yang dipimpin Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa ini bisa menembus perempatfinal.

 

Kesuksesan Korea Selatan, Irak dan Uzbekistan mencapai fase itu bisa menjadi tanda bahwa kekuatan sepakbola Asia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Keberhasilan ini sekaligus merupakan sinyal potensi tim-tim Asia untuk berbicara banyak di masa datang cukup besar.

 

Sayang Asia harus memupus peluang mengirimkan tiga-tiganya mencapai semifinal, karena Irak dan Korea Selatan harus saling bunuh di perempatfinal, sehingga Irak yang melenggang ke fase empat besar. Sementara di partai perempat final lain, Uzbekistan takluk di tangan Prancis 4-0.

 

Di babak semifinal, Irak yang negerinya sedang compang-camping di landa perang, memberikan perlawanan sengit terhadap Uruguay. Kemenangan tim dari Amerika Latin ini pun baru bisa direbut setelah melalui drama adu penalti, yang berkesudahan 7-6.

 

“Tiga tim Asia ada di perempatfinal di kompetisi ini, dan salah satunya gagal ke final tapi dengan penampilan hebat yang menunjukkan peningkatan standar tim Asia,” kata Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, seperti dalam keterangan pers AFC, Rabu (11/7/2013).

 

Singa Mesopotamia yang berlaga di Huseyin Avni Aker Stadium di Trabzon kemarin malam menjadi satu-satunya tim Irak yang bisa menembus semifinal pada turnamen FIFA setelah pada 2004, timnas mereka menembus level empat besar di Olimpiade.

 

“Saya bangga melihat permainan para pemain muda ini. Mereka tak pernah menyerah dan perjuangan keras untuk merebut kemenangan, sangat layak dihargai,” imbuhnya.

 

Setelah disingkirkan Uruguay, Irak masih bisa merebut tempat bergengsi, dengan melawan gana dalam penentuan tempat ketiga. Shaikh Salman pun berharap Irak bisa mengatasi wakil Afrika itu.

 

“Saya ingin memberi selamat kepada para pahlawan muda Asia ini, dan saya yakin turnamen ini telah memberikan kita bintang masa depan Asia. Seperti asosiasi lain saya juga ingin meningkatkan pembinaan pemain muda untuk menciptakan dasar sepakbola yang tangguh untuk tim nasional,” ujarnya.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini