Sosok Pogba dalam 10 Kata

Randy Wirayudha, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2013 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 09 51 834263 yXnZdGofNl.jpg Paul Labile Pogba (Foto: Reuters)

ISTANBUL – Tiap turnamen biasanya memunculkan satu nama untuk jadi topik utama dibicarakan sepanjang event. Untuk pentas Piala Dunia U-20 yang saat ini masih berlangsung di Turki, Captaine Prancis, Paul Pogba paling sering jadi sorotan.

Gelandang muda yang juga bernaung di Juventus ini memang tak banyak memberi peran lewat gol-golnya. Namun Pogba tetap punya role besar di belakang layar Les Bleuets, hingga mampu menembus semifinal sebagai satu-satunya tim favorit – usai Spanyol lebih dulu tersingkir.

Pemain yang pernah “dibuang” Manchester United ini memang sudah mulai bersinar sejak digaet Juventus. Playmaker gaek Juve, Andrea Pirlo sempat menaruh pujian untuknya: “Dia setangguh kelihatannya. Fisiknya sangat kuat dan dia senang berlari dengan bola di kakinya untuk kemudian mencetak gol,”.

Tak hanya Pirlo, Pogba yang juga sudah pernah menjalani debutnya di tim nasional senior, juga menuai sanjungan dari sang entraineur, Didier Deschamps,: “Dia memainkan peran di lapangan di mana Anda biasanya tak bisa mencetak banyak gol,”.

Sosoknya pun terbilang amat dicintai di tim Prancis U-20 hingga sembilan rekan serta pelatihnya, Pierre Mankowski, punya delapan ungkapan kata-kata untuk mendeskripsikan seberapa besar pengaruh Pogba di internal tim, seperti dilansir FIFA.com, Selasa (9/7/2013).

Alphonse Aréola: “Pemimpin”

Dia seorang kapten dalam segala hal. Dia memastikan eksitensinya di lini tengah untuk kami dan dia membuat permainan terlihat mudah. Dia punya kemampuan ekstra yang menambahkan sesuatu kepada tim. Kepribadiannya juga membantu kami move on karena dia pemimpin yang bisa menciptakan atmosfer bagus di kamp latihan.

 Jean-Cristoph Bahebeck: “Menyebalkan”

Dia menyebalkan (sambil tertawa)! Dia pernah ingin memotong rambut saya sebelum laga kontra Uzbekistan. Dia bilang: “JC, rambutmu sangat buruk. Anda tak bisa tampil di TV seperti itu!” Tiba-tiba dia sudah memegang gunting dan setelah itu,: “Sudah lihat rambut barunya? Cukup bagus kan?”. Dia juga sering membuat lelucon, tapi kami juga sering membalasnya. Dia sangat suka membuat lelucon tentang logat Guadeloupe-nya Dimitri Foulquier.

Alexy Bosetti: “Percaya Diri”

Dia menginspirasi kepercayaan diri. Ketika dia di lapangan, tim merasa lebih kuat. Dia bermain untuk klub besar dan itu artinya dia juga membawa pengalaman yang belum kami miliki. Sungguh menenteramkan memiliki dia di lapangan. Tapi di luar lapangan, dia seperti pria kebanyakan yang senang bersantai.

Lucas Digne: “Teladan”

Tenang, kalem, membumi. Ada banyak kata-kata yang bisa Anda gunakan. Dia tak pernah panik dan selau menenangkan tim. Kehadirannya luar biasa di lapangan dan meski dia pernah bermain di tim senior, dia tak pernah membicarakannya. Dia kembali ke tim U-20 seperti tak pernah terjadi apa-apa. Segalanya berjalan alami, dia menjadi teladan sebagai kapten dan sebagai pemain.

Dimitri Foulquier: “Gila”

Dia gila dan selalu melucu. Dia memecahkan keheningan dengan lelucon, tawa dan menggoda kami, tapi tentunya dengan cara yang benar. Di lapangan, dia memenangkan banyak gola dengan kaki panjangnya yang merupakan aset buat kami.

Pierre-Yves Polomat: “Berpengalaman”

Dia pemain yang paling berpengalaman di tim dan dia punya karakter. Tapi terutama, dia tetap anak yang baik. Dia kapten dan juga bintang tim. Ketika saya masuk ke lapangan di menit-menit akhir sebagai pengganti, dia memberi saya sambutan hangat.

 Mouhamadou Naby Sarr: “Penari”

Dia selalu menari setiap waktu. Saat musik mengentak di ruang ganti, dia mulai menari dan semua orang diajak menari. Dia punya karakter yang riang dan di dalam lapangan, dia hanya ingin menang.

Florian Thauvin: “Peniru”

Impresinya selalu bagus ketika menirukan orang lain. Dia pun melucu dengan menirukan semua orang. Baru-baru ini, dia menirukan Swagg Man (penyanyi rap Prancis). Mood-nya selalu baik dan kapanpun tensi meninggi, dia selalu ada untuk meredakannya.

Samuel Umtiti: “Pelawak”

Dia orangnya baik dan mudah bergaul dengannya. Meski dia sudah pernah bermain di tim senior, dia selalu rendah hati. Dia sangat membumi dan saya sering berpikir tentang dia. Dia juga seorang pelawak, dia sering menjadi orang lain dan membuat lelucon tentang mereka. Dia mengembangkan elemen di tempat orang-orang yang senang bercanda.

Pierre Mankowski: “Eksistensi”

Saya mengatakan kehadirannya amat penting di lapangan secara umum. Dia meng-cover setiap jengkal wilayah bermainnya. Dia selalu ada di mana-mana dan selalu menginginkan bola. Dia juga berperan besar di lapangan. Anda harus mengamatinya karena dia pemain dengan karakter yang tak biasa. Dialah Paul, seorang pemimpin yang positif dan memberi ketenangan untuk rekan-rekannya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini