Premier League (Tetap) Bikin Iri Bundesliga

Randy Wirayudha, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2013 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 24 45 812071 zt3GUYbHOo.jpg Thomas Hitzlsperger (Foto: Reuters)

LIVERPOOL – Inggris di ambang invasi dua raksasa Jerman pada final Liga Champions di Wembley, Minggu dini hari mendatang. Walau begitu, supremasi dan pamor sepakbola Inggris yang sudah lama mendunia dirasa tetap bikin iri negara manapun.

 

Pengakuan itu datang dari mulut Thomas Hitzlsperger. Gelandang Everton berpaspor Jerman itu memaparkan bahwa kepopuleran Premier League, masih bikin iri tim-tim Jerman di Bundesliga walau dikatakan banyak pihak, sepakbola Jerman tengah berada di puncaknya lantaran Bayern Munich dan Borussia Dortmund jadi finalis Liga Champions.

 

Sepakbola Jerman memang dinyatakan berkembang pesat. Alasannya, klub-klub Jerman sukses menginvestasikan para pemain muda mereka jadi prospek cerah, yang sudah mulai bikin ‘ngiler’ klub-klub kaya untuk membelinya.

 

“Terakhir kali klub Jerman memenangkan Champions League diwakili Bayern Munich di tahun 2001 mengalahkan Valencia. Setelah itu, tim-tim Inggris yang lebih banyak memenangkannya,” ujar Hitzlsperger kepada TheSun, Jumat (24/5/2013).

 

“Kami punya pemain-pemain muda hebat untuk diperhatikan, tapi kami tak memenangkan Piala Dunia atau Euro terakhir. Chelsea memenangkan Europa League pekan lalu dan Champions League musim silam. Jadi, musim ini bukanlah musim yang buruk buat Inggris,” lanjutnya.

 

Soal pemain muda di atas tadi yang sedianya menjadi bahan sindiran halus Hitzlsperger untuk sepakbola Inggris. Klub-klub Premier League terlampau loyal untuk membeli legiun asing ketimbang bersabar dan mengasah potensi para pemain muda Inggris. Padahal Premier League punya tradisi yang tak dimiliki kompetisi di negara lain – momen Boxing Day misalnya.

 

“Masalahnya klub-klub Inggris menghabiskan banyak uang untuk pemain asing dari pada memunculkan pemain muda Inggris. Kondisi itu harus diubah. Orang-orang mulai membicarakan betapa bagusnya sepakbola Jerman,” tambah Hitzlsperger.

 

“Tapi saat saya kembali ke negara saya, orang-orang di sana berkata, ‘apa rasanya bermain di Premier League?’ atau, ‘saya ingin bermain di sana’. Para penikmat sepakbola Jerman banyak yang ingin datang ke Inggris saat jeda musim dingin dan melihat laga pada Boxing Day,” tutup jebolan akademi muda Bayern Munich dan Aston Villa itu.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini