Polisi Tak Beri Izin Laga Persis LPIS Kontra PSS

Ridwan Anshori, Jurnalis · Sabtu 06 April 2013 02:28 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 06 49 787222

SOLO - Persis Solo versi LPIS sangat berhasrat berduel melawan tim selevel sebelum kick if Divisi Utama ditabuh pada 14 April mendatang. Managemen pun mengajak berlatih tanding melawan PSS Sleman.

Sayangnya, pihak kepolisian tidak meretui laga yang rencananya digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman tersebut. Polisi yang tidak memberikan ijin untuk laga tersebut membuat managemen Sambernyawa mencari alternatif lain lawan yang sepada.

Manager Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengatakan, sebenarnya tim kebanggan publik Kota Bengawan ini ingin menjajal satu kali uji coba melawan tim yang selevel. "Kita sudah mengajak PSS Sleman, namun tidak diijinkan oleh pihak kepolisian. Salah satu alasannya jika laga antara Persis dan PSS digelar, maka berpotensi terjadi gesekan antarsuporter meski itu hanya uji coba," katanya, Jumat (5/4/2013).

Kepolisian tidak ingin bentrok antarsuporter kembali terjadi seperti yang pernah dialami saat laga Divisi Utama LPIS musim lalu. Saat Persis LPIS bertandang di Stadion Maguwoharjo, pertandingan memanas dan sempat terjadi adu jotos. Tidak hanya di dalam stadion, usai laga di luat stadion pun bentrokan berlanjut yang menjurus tindak kekerasan seperti membakar sepeda motor dan lainnya.

Uji coba kontra tim Elang Jawa yang batal itu tidak membuat managemen Persis LPIS berkecil hati. Managemen langsung mencari alternatif lain. Dua tim dari Divisi Utama Liga Indonesia (Liga) masing-masing Madiun Putra dan Persiku Kudus sudah diajak berlatih tanding. Namum, sejauh ini Madiun Putra maupun Persiku Kudus belum memberikan jawaban atas ketersediannya meladeni Javier Roca dkk.

Joni mengatakan, managemen memilih beruji coba melawan tim dari Divisi Utama PT Liga karena saat ini sedang jeda kompetisi yang relatif lama. "Mengapa dengan mereka, karena saat ini Divisi Utama LI (Liga) sedang libur sekitar sebulan. Jadi saya pikir ini waktu yang tepat untuk uji kekuatan," ujarnya.

Menurut pengusaha jasa transportasi ini, laga uji coba kontra Madiun Putra atau Persiku Kudus selain untuk pematangan teamwork juga sebagaiajang seleksi dua pemain baru. Persis mendatangkan dua pemain masing-masing Asmed yang berposisi sebagai stoper dan Mastar (gelandang).

Joni mengatakan, Asmed dan Mastar diproyeksi sebagai pengganti Hendri Aprilianto dan Tinton Suharto yang memilih mundur dari Persis LPIS demi menjalani pendidikan TNI di Bandung. "Rencananya seperti itu, karena Hendi dan Tinton sebenarnya masuk skuad inti Persis LPIS musim ini," ungkapnya.

Pelatih Persis LPIS Widyantoro mengatakan uji coba dengan tim lain yang selevel memang sangat dibutuhkan mumpung masih ada waktu sebelum laga resmi dimulai. "Itu bagus agar tim lebih matang," katanya.

(min)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini