nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miroslav Janu Tutup Usia

Muhammad Indra Nugraha, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2013 13:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 01 24 49 751144 UMNJRC2woa.jpg Foto: Miroslav Janu/Koran SI

SURABAYA - Sepakbola tanah air kembali dirundung duka. Pelatih Persebaya DU, Miroslav Janu menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (24/1/2014).

Janu yang juga mantan pelatih Arema tersebut dikabarkan meninggal dunia akibat serangan jantung pada pukul 12.00 siang. Pelatih kelahiran Rep.Ceska, 8 November 1959 tersebut wafat pada usianya yang ke-53.

Kabar kepergian pelatih yang memulai debutnya sebagai pelatih di Indonesia pada 2003 silam itu mulai ramai di jejaring sosial Twitter. Beberapa pihak mulai dari fans hingga insan sepakbola Indonesia  ramai-ramai mengucapkan bela sungkawa.

Salag satunya dari Matias Ibo fisioterapis Timnas Indonesia lewat akun Twitter-nya. "RIP Coach Miroslav Janu..berdoa agar keluarga diberikan kekuatan tuk melewati waktu sulit ini... " tulis Matias Ibo di @MatiasIbo.

"RIP mantan head coach AREMA.. Miroslav Janu.. Selamat Jalan Coach.. Terima kasih cocah.. Doa kami menyertaimu." tulis @AremaFC klub yang pernah dilatih Janu.

"Turut berduka atas meninggalnya coach Miroslav Janu, salah satu pelatih terbaik yg melatih di liga Indonesia #RIPMiro." ucapan belasungkawa dari @PSMSofficial.

Janu memulai kariernya sebagai pemain di klub Slaviua Praha pada medio 1977-1988 dengan total 440 cap dan juga sempat mencicipi Piala UEFA pada tahun 1985. Ia juga pernah memperkuat Republik Ceska di Olimpiade 1984 Los Angeles dan Olimpiade Seoul 1988.

Sejak januari tahun 1988 ia pindah ke rival satu kota Bohemians 1905, dua tahun kemudian ia mencoba peruntungan bermain di Liga Malaysia bersama klub Sabah FA selama empat tahun hingga memutuskan gantung sepatu.

Kemudian Janu meneruskan kariernya di dunia sepakbola sebagai pelatih. Di Indonesia, Janu mengawali debutnya bersama klub Divisi Satu Persigo Gorontalo 2003. Kemudian ditarik PSM Makassar 2003-2005 (dua setengah tahun), setelah itu ia kembali ke Slavia Praha untuk membantu pelatih Karel Jarolim.

Tidak sampai lama ia kembali ke Indonesia untuk menahkodai Arema Malang di musim kompetisi 2007. Prestasi tertingginya membawa PSM sebagai Runner up Liga Indonesia 2004. Persebaya DU pun menjadi klub terakhir yang diarsiteki olehnya.

(min)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini