Persibangga Siapkan Rp1 Miliar untuk 3 Pemain Asing

Ridwan Anshori, Jurnalis · Jum'at 30 November 2012 03:43 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 30 49 725271

PURBALINGGA - Tim promosi Divisi Utama Persibangga Purbalingga menyiapkan Rp1 miliar khusus untuk belanja pemain asing. Angka tersebut dialokasikan untuk tiga pemain impor, dengan nilai kontrak Rp300-350 juta per musim. Sampai saat ini, belum ada satu pun pemain asing yang deal memperkuat Laskar Soedirman musim depan.

General Manager Rokhman Supriyadi mengatakan, komposisi pemain untuk pemain domestik sejauh ini sudah tidak ada persoalan. Dari 30 pemain yang dibutuhkan untuk mengarungi musim depan, sekitar 23 pemain sudah deal. "Sekarang tinggal mencari pemain asing. Kami menginginkan 3 pemain asing sesuai regulasi dari operator liga," katanya, Kamis (29/11/2012).

Menurut dia, untuk belanja pemain asing, managemen Persibangga sudah mengalokasikan Rp1 miliar. Dana tersebut untuk mendapatkan tanda tangan tiga pemain impor. "Kami sudah menyiapkan Rp1 miliar. Kami berharap bisa mendapatkannya, sehingga tim bisa lebih fokus menyiapkan bergulirnya kompetisi yang rencananya dimulai 2 Maret mendatang," jelasnya.

Rokhman mengakui, sejumlah pemain asing sudah dipantau secara langsung melalui seleksi atau diikutkan dalam pertandingan uji coba. Namun, sejauh ini kualitas yang dimiliki pemain impor masih jauh dari harapan manajemen. "Mereka (pemain asing) sudah kita coba, tapi kualitasnya kurang bagus. Terpaksa manajemen menolaknya, toh masih ada waktu untuk mendapatkannya. Dana juga sudah kita sediakan, jadi tidak masalah," paparnya.

Dia tidak menampik di antara pemain asing yang ikut seleksi Persibangga, ada yang berhasil memikat hati manajemen. Beberapa di antaranya adalah Ibi Kingsley dan Charles Orock. Namun, negosiasi antara manajamen dengan kedua pemain asal Afrika itu berhenti di tengah jalan alias buntu karena tidak ada kecocokan seputar nilai kontrak.

Saat ini, manajemen juga sedang bernegoisasi dengan Patricio Jimenez. Namun, stopper yang kini menginjak usia 37 tahun mematok harga tinggi untuk ukuran usianya yang sudah tidak muda lagi. "Dia meminta bayaran Rp550 juta per musim. Kami terus menawar nilai kontraknya, namun kalau tetap mentok, ya kita lepas saja. Itu terlalu tinggi untuk usianya," kata Rokhman.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini