Share

Arema ISL Kebanyakan Stiker, RD Punya Solusi

Kukuh Setiawan, Koran SI · Sabtu 24 November 2012 03:56 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 24 49 722602 7rq5IOXbkT.jpg Pelatih Arema ISL Rahmad Darmawan (Foto: Heru Haryono/Okezone)

MALANG - Arema FC versi Indonesia Super League (ISL) bakal menjadi klub dengan pemain berposisi penyerang terbanyak. Setidaknya ada delapan pemain yang berstatus sebagai juru jebol setelah penyatuan tim Pelita Jaya dan Arema FC beberapa waktu lalu.

Para penyerang yang dimiliki Singo Edan adalah Safee Sali, Greg Nwokolo, Kayamba Gumbs, Dendi Santoso, Sunarto, Reza Mustofa, Qischil Gandruminny, serta Alberto Gonchalves. Overload? Mungkin saja. Namun pelatih Rahmad 'RD' Darmawan sudah memiliki skenario tersendiri.

Dia tidak akan memosisikan deretan pemain itu sebagai striker murni, sebab pastinya banyak yang bakal diparkir. Skenario nantinya, sejumlah pemain bakal ditugaskan di pos lain, semisal sayap atau gelandang. RD melihat potensi ke sana sangat besar karena sejumlah pemain memiliki kemampuan serba bisa.

Kayamba Gumbs misalnya, selama ini lebih sering diposisikan sebagai gelandang dibanding striker murni. Sebab RD sudah memiliki pemain dengan tipikal penyerang mutlak seperti Safee Sali atau Alberto Goncalves. Demikian pula dengan Greg yang bisa memainkan peran sebagai sayap.

Pemain seperti Dendi Santoso, Reza Mustofa atau Sunarto sebelumnya juga pernah menjalankan fungsi di pinggir lapangan. malah Keith Kayamba Gumbs nyaris belum pernah diposisikan sebagai striker sejak bergabung di Stadion Kanjuruhan.

"Hanya ada tiga atau empat pemain yang nantinya sebagai striker murni. Sedangkan pemain lain lebih difungsikan di posisi lain, terutama sayap. Saya justru merasa beruntung tim ini memiliki banyak sekali pemain berkarakter menyerang," ungkap RD, Jumat (23/11).

RD menyebut penyerang-penyerang yang dimilikinya bukan penyerang biasa. Artinya, mereka memiliki kemampuan lain di samping sebagai tukang bobol gawang. Hampir semua striker Arema disebutnya memiliki kemampuan sebagai pemain sayap atau gelandang serang.

Dendi Santoso, Sunarto, atau Reza Mustofa adalah pemain yang memiliki kecepatan dan akselerasi mumpuni, sehingga mampu bertugas lebih melebar. RD yang rencananya mematenkan pola 4-4-2, jelas membutuhkan kekuatan yang memadai di sektor sayap.

Penyerang lokal Singo Edan selama ini memang tidak reguler ditempatkan paling depan. Reza Mustofa yang direkrut dari Persema Malang misalnya, semusim kemarin nyaris selalu berposisi sebagai sayap kanan. Dia bergeser menjadi striker murni saat Persema mengalami krisis penyerang.

"Sayap menjadi sektor penting jika memainkan pola 4-4-2. Saya rasa pemain yang ada cukup memuaskan, karena selain sebagai pemain sayap, mereka juga punya keunggulan dalam naluri mencetak gol. Itu kelebihan lain yang sangat penting," terang mantan pelatih Persipura Jayapura ini.

Melihat skema yang diterapkan RD di sejumlah pertandingan uji coba, striker yang diposisikan sebagai sayap tetap memiliki kans mendulang gol. Sebab RD memberikan keleluasaan kepada winger untuk merangsek dan membuka ruang di area kotak enambelas dan tidak sebatas melontarkan umpan silang.

Strategi itu memungkinkan tim tidak hanya menggantungkan gol dari dua penyerang di depan, karena pemain di lini kedua juga membahayakan. Jika skenario tersebut berjalan mulus, maka tidak akan banyak striker yang menganggur karena banyaknya persaingan.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini