Diego yang Dulu Santun, Kini Berubah Jadi Beringas

Decky Irawan Jasri, Jurnalis · Rabu 14 November 2012 03:40 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 14 418 718078 CaDvduE7NY.jpg Diego Michiels di sesi latihan Timnas (Foto: Heru H/Okezone)

JAKARTA - Masih terekam jelas sikap yang ditunjukan Diego Michiels saat pertama kali mengikuti proses seleksi tim nasional (timnas) Indonesia di tahun 2011. Diego yang datang dari Belanda dan hanya memiliki waktu tiga hari di Jakarta, terlihat sebagai sosok yang santun dan menyenangkan.

Kamis, 27 Januari 2011, itulah kali pertama Diego hadir dalam proses seleksi timnas Garuda di bawah komando Alfred Riedl. Perawakannya memang cukup garang dengan berbagai tato yang dari dulu sudah mengiasi tubuhnya. Penampilan Diego semakin unik, karena pemain kelahiran Deventer, Belanda, memiliki beberapa gigi emas.

Tapi semua kegarangan yang tampak di luar, seakan hilang saat Diego meladeni semua pertanyaan yang diajukan awak media. Dengan mimik wajah penuh senyuman, pemain berusia 20 tahun ini terus menceritakan soal keinginannya berseragam timnas Indonesia. Dan dirinya pun berjanji, akan melakukan apapun agar proses perpindahan dari warga negara Belanda ke Indonesia, bisa berjalan lancar.

"Hari demi hari terasa semakin nyaman, saya hampir bisa beradaptasi dengan cuaca di sini (Jakarta). Saya pasti akan kembali lagi, jika dihubungi untuk datang lagi," kata Diego, di hari keduanya menjalani proses penyeleksian kala itu.

Dari banyak pemain mengikuti seleksi seperti Andrea Bitar (FC Cannes, Prancis), dan James Zaidan Saragih (New York Cosmos, Amerika Serikat). Sementara lainnya adalah Vincent Partosoebroto (SV. Hofddrop, Belanda), Ruben Wuarbanaran (FC Den Bosch, Belanda), Jordy de Kat dan Arthur Irawan, nama Diego menjadi salah satu yang dinilai memiliki kualitas.

Tidak perlu waktu lama memang, karena pada akhirnya mantan pemain Go Ahead Eagles ini mendapatkan paspor Indonesia. Berbarengan dengan Ruben, Diego dipastikan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah diambil sumpah oleh Kementerian Hukum dan HAM, Rabu, 3 Agustus 2011. Dari sinilah, cerita Diego bersama timnas Garuda bener-benar dimulai.

Dinilai memiliki kualitas yang bagus, pemain yang biasa beroperasi sebagai bek kanan tersebut langsung dilirik pelatih timnas U-23, Rahmad 'RD' Darmawan, di ajang SEA Games 2011, Jakarta. Terbukti, dari beberapa nama yang proses naturalisasinya sudah rampung, hanya nama Diego seorang yang tenaganya dimaksimalkan RD.

Diego mendapatkan kepercayaan penuh dari RD dalam mengawal barisan pertahanan timnas Garuda Muda. Sayang, kegemilangan timnas U-23 di SEA Games 2011 belum berakhir manis. Perjuangan Diego dkk harus kandas di partai puncak saat ditaklukan Malaysia lewat babak adu penalti. Medali perak pun menjadi awal sumbangsih Diego untuk Indonesia.

"Kalau di awal saya melihatnya baik-baik saja. Dan Diego memiliki sikap yang sangat supel dengan pemain-pemain lainnya. Diego pun mempunyai kelebihan cepat beradaptasi terhadap tim," ujar Widodo C Putro, yang dari awal mengikuti proses naturalisasi Diego, saat menjabat sebagai asisten pelatih Riedl dan RD di timnas U-23.

Tapi apa mau dikata, perjalanan berliku Diego menuju pentas persepakbolaan Indonesia harus tercoreng. Diego saat ini seolah menjadi pesakitan, setelah menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan di sebuah hiburan malam dibilangan Senayan, Jakarta.

Kondisi semakin parah, karena Diego beserta skuad asuhan Nilmaizar sedang menjalani proses persiapan jelang Piala AFF Suzuki Cup 2012, 24 November - 22 Desember. Dan saat ini, Diego yang dulu santun tiba-tiba berubah menjadi beringas, dan terancam absen di event dua tahunan tersebut.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini