nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mazzarri: Napoli Teladani Nyonya Tua

Randy Wirayudha, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2012 02:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 10 01 47 697193 xudVnVpIVX.jpg Walter Mazzarri (Foto: Reuters)

GENOA – Partai keras terjadi di Luigi Ferraris, kandang Sampdoria ketika menjamu Napoli, malam tadi (30/9/2012). Akan tetapi, berkat pelajaran yang dicontek Napoli dari Juventus, tiga poin sempurna berhasil dicuri dengan skor yang berkesudahan 1-0 untuk kubu tim tamu.

 

Il Samp yang kembali ke Serie A musim ini, memang sejak awal musim dikenal sebagai tim yang acap bermain keras. Bahkan dua kartu kuning, sempat keluar dari saku arbitro (wasit) Paolo Tagliavento untuk difensore Sampdoria, Daniele Gastaldello, serta allenatore Napoli, Walter Mazzarri. Belum lagi ditambah tujuh kartu kuning sebagai penghias laga keras itu.

 

Gol tunggal kemenangan Il Partenopei datang dari kaki Edinson Cavani lewat titik putih di menit ke-68. Tapi yang menjadi pikiran Mazzarri adalah, ketidakadilan yang dirasakannya terhadap sang pengadil. Aksi protes pun sempat dilancarkannya dan berbuntut pengusiran dirinya dari pinggir lapangan.

 

“Ada banyak pelanggaran kotor yang terjadi di depan saya dan saya merentangkan tangan pertanda protes. Wasit pun datang dan mengancam saya, lalu ofisial keempat (Lorenzo Manganelli) menuntut wasit untuk mengeluarkan saya. Saya memilih untuk tidak membicarakannya lebih jauh,” ketusnya.

 

“Tapi tim saya sudah lebih dewasa. Pujian saya untuk Sampdoria yang membuat pertandingan menjadi sulit. Tapi mereka tak bisa menekan kami seperti itu sepanjang 90 menit. Kami lebih baik dalam memanfaatkan peluang yang ada,” lanjutnya, seperti dikutip Football-Italia, Senin (1/10/2012).

 

Seperti yang terurai di atas, Mazzarri setidaknya bisa sedikit tersenyum dengan kemenangan ini. Mazzarri berani mengakui bahwa timnya belajar dari La Vecchia Signora, di mana sebuah tim hebat, tak harus terpengaruh dengan seberapa besarnya tekanan dan kerasnya permainan di lapangan.

 

“Musim ini kami tak lagi ceroboh malas di lapangan. Permainan kami pun berkembang. Tim hebat harus tahu rasanya menderita dan dihentak tim lain pada suatu momen. Saya mempelajari Juventus dan meneladani bagaimana fokus mereka tak pernah teralihkan. Bermain tanpa meninggalkan ruang terhadap lawan dan bermain dengan konsistensi,” tukas Mazzarri.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini