Tunggakan Stadion PSS Belum Jelas

Sodik Arrasyid, Jurnalis · Selasa 11 September 2012 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 11 49 687938

SLEMAN - Pengelola Stadion Maguwoharjo, homebase PSS Sleman masih menunggu pelunasan tunggakan dari manajemen. Elang Jawa, julukan PSS menunggak pembayaran sewa stadion Rp150 juta saat mengikuti kompetisi divisi utama, musim lalu.

Ketua UPT Maguwoharjo Sarah Waluyo mengatakan, sampai saat ini tidak pembayaran atau cicilan apa pun dari manajemen untuk melunasi tunggakan stadion. Jangankan cicilan, komunikasi antara pengelola dan manajemen putus setelah kompetisi berakhir.

Satu-satunya komunikasi dari pengelola dilakukan melalui surat tagihan yang dilayangkan. "Tidak ada cicilan apa-apa atau pembayaran dari manajemen. Komunikasi saja putus. Kumunikasi kita hanya lewat surat tagihan. Itu pun tidak tahu kapan dibayarkan," kata Sarah, Senin (10/9/2012).

Sarah mengatakan, manajemen seharusnya membangun komunikasi untuk menyelesaikan tunggakan sewa stadion. Sebab, setiap bulan Elang Jawa terkena denda 2 persen dari tunggakan tersebut. Atau jika memang tidak bisa membayar, manajemen bisa mengajukan keringanan.

Keringanan atau dispensasi sejenisnya dapat diajukan kepada Bupati Sleman. "Keringanan, pengurangan atau malah pembebasan bisa diajukan ke Bupati. Itu opsi yang bisa ditempuh seandainya PSS memang benar-benar tidak kuat melunasi tunggakan. Daripada terkena denda terus setiap bulannya," terang dia.

Meski begitu, Sarah memastikan besaran pengurangan tetap harus dicermati. Di sisi lain, opsi ini harus sesuai ketentuan yang berlaku. "Bisa disesuaikan dengan aturan berupa Perbup. Kalau belum ada, bis aditunggu sampai dikeluarkan Perbup terkait persoalan ini," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PSS, Pustopo mengklaim tunggakan stadion bukan masalah bagi manajemen. Dia memastikan manajemen sudah mengantongi dana untuk melunasi tunggakan tersebut. "Bukan masalah. Dananya sudah ada, tinggal bayar saja," kata Pustopo.

PSS sendiri tidak sendirian. Saudara tuanya, PSIM Yogyakarta juga mengalami nasib serupa. Bahkan, PSIM berencana mengajukan pemutihan tunggakan sewa stadion karena krisis finansial. Persiba, yang disokong konsorsium tak jauh berbeda dengan PSS dan PSIM.

(min)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini