nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Problem Gaji Menerpa, Pemain PSIS Kebingungan

Sundoyo Hardi, Jurnalis · Selasa 04 September 2012 03:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 09 04 49 684652

SEMARANG – Problema gaji akhirnya dialami juga para pemain yang membela PSIS pada kompetisi lalu. Selama kompetisi berlangsung, gaji pemain Mahesa Jenar selalu dibayar secara rutin.

 

Bahkan, satu bulan setelah kompetisi selesai mereka masih menerima gaji. Ini disebabkan kontrak mereka dengan manajemen PSIS berakhir hingga Agustus kemarin.

 

Akan tetapi, untuk gaji bulan Juli dan Agustus sampai sekarang belum ada kabar. Situasi ini tak pelak membuat para pemain kebingungan. Apalagi saat ini mereka mulai sulit menghubungi manajemen.

 

”Terus terang kami was-was dengan hak kami yang belum dibayarkan manajemen. Kami juga tidak tahu dengan siapa mengadukan persoalan ini. Selain itu, kami sekarang benar-benar kehilangan kontak dengan manajemen,” ucap striker Engkus Kuswaha.

 

Pada awal September ini, seharusnya pemain PSIS menerima gaji mereka untuk terakhir kalinya. Dengan kata lain, gaji yang diterima sekarang adalah pembayaran gaji terakhir untuk bulan Agustus. Sehingga sudah dua bulan terakhir Engkus Kuswaha dkk tidak menerima haknya sebagai pemain.

 

Kabar sebelumnya menyebutkan, keputusan tidak ada gaji untuk bulan Juli dan Agustus karena manajemen memiliki argumentasi tersendiri. Ancora yang merupakan investor PSIS menyatakan hanya membayar gaji hingga selesainya kompetisi, yakni 1 Juni lalu saat mereka menyerah 1-2 kepada Persis Solo. Gaji bulan Juni sudah diterima pemain di awal Juli kemarin.

 

Namun pemain juga memiliki dasar kuat untuk tetap meminta hak mereka. Sebab, sesuai dengan perjanjian nilai kontrak di awal kompetisi, setelah dikurangi uang muka sebesar 25 persen maa disepakati sisa kontrak akan dibayarkan selama sepuluh bulan atau berakhir Agustus 2012.

 

Engkus menambahkan, para pemain hanya mengenal nama Fanda Soesilo dan Warso Susilo selaku perwakilan dari Ancora. Akan tetapi, saat diminta memberikan penjelasan Warso belum bisa berkomentar banyak. Dia belum mengetahu apakah pada musim depan Ancora masih di PSIS atau tidak.

 

”Sejak pertandingan terakhir sampai sekarang belum ada pembubaran tim. Itu artinya kami masih berstatus pemain PSIS. Dengan kondisi seperti ini, kami hanya bias pasrah. Apalagi komunikasi antarpemain juga sulit dilakukan karena rekan-rekan sudah pulang ke daerahnya masing-masing,” terang dia.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini