Si Jago Kandang yang Loyo Tandang

Sulaiman Karim (Koran Sindo), Jurnalis · Kamis 19 Juli 2012 02:43 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 18 49 665350 mRuQoAjIDN.jpg Logo PSM Makassar (foto:Ist)

MAKASSAR – Predikat tim besar, tak lagi melekat pada PSM Makassar. Jejak jawara Liga Indonesia tahun 2000 silam itu, tak membekas di kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim ini. Sempat digadang-gadang bakal merajai IPL musim kedua, PSM malah lebih pantas dilabeli tim kuda hitam.

 

Ini jika melihat dari 22 pertandingan yang dituntaskan Andi Oddang dkk di IPL 2011-2012. Dari total pertandingan tersebut, PSM hanya mampu memenangkan sembilan laga. Sisanya tujuh seri dan enam kali kalah.

 

Tim Juku Eja memang sukses menorehkan rekor gemilang tak pernah kalah di kandang, Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Tapi itu tidak cukup untuk membuat PSM mencetak prestasi emas.

 

Sebab, rekor manis di kandang itu, tidak disertai rekor manis pula di laga tandang. Enam kekalahan, semuanya diraih di kandang lawan. Sebenarnya Stadion Andi Mattalatta pun kini tak angker-angker amat.

 

Buktinya, tiga tim mampu membawa pulang poin dengan menahan imbang Pasukan Ramang. Mereka adalah sang jawara IPL musim ini Semen Padang, tim Ibu Kota Persija Jakarta dan Arema Malang.

 

Sedangkan, hanya satu laga yang bisa dimenangkan di luar Andi Mattalatta, yakni saat membungkam Persijap Jepara. Setelah itu, tak sekalipun lagi PSM meraih kemenangan di kandang lawan. Hasil ini pulalah yang turut mempengaruhi posisi akhir PSM di klasmen liga.

 

Pasukan Ramang hanya bisa bertengger di posisi enam pada klasemen akhir liga dengan 34 poin saja. Posisi tersebut tak sesuai target awal, yakni posisi lima besar. PSM lantas kalah pamor dibanding lima tim lainnya yakni Semen Padang, Persebaya Surabaya, Arema Malang, Persibo Bojonegoro, dan Persiba Bantul. Padahal jika ditilik dari segi sejarah PSM jelas punya nama besar dibanding kelima kompetitor tersebut.

 

Predikat cuma jago kandang, kini layak disematkan kepada Tim Ayam Jantan dari Timur ini. Padahal, siapa yang tak kenal PSM Makassar. Dulu, konon katanya meski bermain sebagai tim tamu, PSM selalu saja mampu memetik poin sempurna. Mendengar nama PSM saja sebelum bertanding, si calon lawan sudah gentar duluan. Bayang-bayang kekalahan, sudah menghampar di depan mata.

 

Persoalan mental nampaknya menjadi yang utama, mengapa PSM begitu susah memetik kemenangan di kandang lawan. Mayoritas pemain yang masih belia, mempengaruhi mental pemain saat mentas di kandang lawan. Meski demikian, PSM sebenarnya tidak dicap gagal. Walau prestasi belum juga datang, akan tetap PSM sudah mencetak prestasi tersendiri dalam hal mencetak pemain muda.

 

Di antaranya yang bersinar musim ini adalah Rasyid Bakri, Kurniawan Karman, Kaharuddin, Aswar Zainuddin, Rasul Zainuddin dan Fadli Manna. Umur mereka belum genap 22, di tahun ini.

 

Performa menawan mereka hingga berujung ke pemanggilan Tim Nasional, dianggap cukup untuk mengarungi ketatnya persaingan di kompetisi mendatang. Lewat kematangan mereka, PSM diharapkan bisa menjadi tim jawara lagi. Tak hanya garang di kandang, tapi juga saat tandang.

(fir)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini