"Gaji Pemain Tanggungjawab Manajemen"

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Rabu 18 Juli 2012 05:09 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 18 49 664813

MALANG - Batalnya niatan pemain Persema Malang mengadukan persoalan gaji ke FIFA ternyata sangat beralasan. Pemain beranggapan gaji dan bonus yang belum terbayar merupakan tanggungjawab manajemen Persema dan Konsorsium LPI sebagai pemegang saham klub.

Pemain pun membiarkan manajemen untuk berjuang agar konsorsium mencairkan gajhi pemain yang tertunggak selama empat bulan plus bonus kemenangan. Berdasar kesepakatan, pemain tidak akan melangkah terlalu jauh dan menunggu itikad baik dari manajemen dan konsorsium.

Pemain sendiri sempat berkomunikasi dengan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dan akhirnya memutuskan tidak jadi melaporkan keterlambatan gaji ke FIFA. Sebab, persoalan gaji adalah ranah manajemen maupun penyandang dana sepenuhnya.

“Tanggungan gaji pemain jelas tanggungjawab manajemen, bukan pemain yang harus banting tulang. Kami terlalu jauh jika sampai mengurusi gaji hingga ke FIFA. Saya yakin manajemen Persema berupaya sekuat tenaga agar gaji pemain cair,” ungkap kapten tim Persema Bima Sakti kemarin.

Dikhawatirkan pemain terlalu jauh melampaui wewenang jika mengurusi perihal laporan ke FIFA. Selain itu, belum tentu pula secara finansial pemain bisa mengurusi persoalan gaji tersebut hingga ke FIFA, sedangkan untuk biaya hidup saja mereka masih kesulitan.

Mundurnya niatan pemain melaporkan persoalan gaji ke FIFA tentu menambah berat tugas manajemen. Padahal manajemen sendiri berharap pengaduan ke FIFA itu menjadi solusi, yakni membuat konsorsium secepatnya mencairkan gaji dan bonus yang menjadi tanggungjawab mereka.

Gagalnya pengaduan ke FIFA juga berarti manajemen Persema harus semakin giat menagih tunggakan ke konsorsium. “Saya sebenarnya mendukung pemain mengadu ke FIFA. Saya benar-benar tidak paham kenapa mereka tiba-tiba membatalkan niat itu,” ungkap Asmuri.

Asmuri mengakui urusan gaji dan bonus yang belum terbayar merupakan wewenang manajemen. Namun selama ini desakan yang dilakukan manajemen tak pernah digubris pihak konsorsium. Berkali-kali menagih, tidak ada jawaban memuaskan.

“Benar kalau dikatakan gaji pemain adalah tugas kami. Perlu diingat bahwa manajemen sudah berupaya semaksimal mungkin menagihkan gaji dan bonus itu ke konsorsium. Tapi itu tak pernah berhasil dan kami juga tidak enak dengan pemain, karena belum ada kepastian kapan dana itu diberikan,” tukas Asmuri.

Pemain Persema masih menunggu pelunasan gaji selama empat bulan, plus bonus kemenangan yang belum dibeyar sejak Januari 2012 silam. Selain itu, konsorsium juga belum membayar gaji manajemen serta uang operasional klub senilai ratusan juta rupiah.

Sementara, rencananya hari ini trofi Piala Indonesia bakal diarak keliling Bojonegoro, setelah tim kembali dari Medan. Walau begitu belum ada kepastian lebih rinci bagaimana prosesi arakan trofi tersebut dilakukan, walau rencananya dipusatkan di Stadion Letjen H Soedirman.

Manajer Persibo Nur Yahya mengatakan, proses arakan trofi sudah pasti bakal dilakukan. “Namun tentu saja lengkap dengan pemain. Sedangkan pada Selasa (17/7) pemain masih bertanding. Kita tunggu saja bagaimana nanti kepastiannya,” ujar Nur Yahya.

(min)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini