PSM Terus Tergerus

Sulaiman Karim (Koran Sindo), Jurnalis · Minggu 15 Juli 2012 06:34 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 15 49 663494 Yxd1NLYdsa.jpg Logo IPL (foto:Ist)

MAKASSAR – Target PSM Makassar finis di papan atas kompetisi Indonesian Premier League (IPL) bakal berantakan. Posisi Tim Juku Eja terus melorot, bahkan berpeluang besar terjun bebas ke peringkat tujuhdari peringkat empat saat ini. Itu artinya Andi Oddang dkk mengakhiri musim dengan finis di papan tengah saja.

 

Pasukan Ramang memang sudah menuntaskan seluruh laganya di IPL musim ini dengan 34 poin. Praktis, tidak ada lagi peluang untuk menambah koleksi poin pengatrol posisi. Dua tim pesaing, sudah siap-siap menyikut Pasukan Ramang di posisi empat besar.

 

Arema Malang punya peluang terbesar. Berbekal dua laga sisa di kandang, Laskar Singo Edan diprediksikan mampu menyapu bersih dan menjadikan poin akhirnya 38. Poin ini akan menempatkan Arema di posisi ketiga.

 

Berikutnya adalah Persibo Bojonegoro dengan 33 poin yang di laga terakhir akan melawan tim lemah PSMS Medan. Jika menang, maka Persibo naik dari posisi ke-5 ke posisi ke-4, menggeser PSM.

 

Pelatih PSM Petar Segrt sendiri enggan jika dikatakan gagal musim ini. Posisi akhir yang kemungkinan digapai, merupakan hasil kerja keras timnya yang mayoritas pemain muda.

 

“Sejak awal kompetisi saya memang tidak bisa menjanjikan juara atau finish di papan atas. Meski begitu, kami sempat menguasai klasmen,” ujarnya kepada sindo.news lewat elektronic mail (e-mail) kemarin.

 

Menurut Petar musim ini PSM memang belum mampu berprestasi. Namun satu hal yang baginya patut dibanggakan adalah prestasi PSM mencetak pemain muda handal. Di musim depan, kata dia, pasukan mudanya inilah yang membawa tim meraih juara.

 

“Sebagian besar akan kami pertahankan. Pemain yang akan datang, justru untuk menopang pemain muda kami,” tukas mantan PelatihTim Nasional Georgia ini.

 

Di musim depan, harap Petar, PSSI seharusnya bisa mengatur jadwal pertandingan yang seragam. Tidak seperti di musim ini, dimana masih ada tim yang masih punya banyak pertandingan sisa, sedangkan tim lainnya dipastikan sudah tidak bisa menambah poin. “Ini jelas kurang baik. Di negara seperti Eropa, kompetisinya tidak seperti ini,” tukasnya.

 

Sementara itu tanggapan berbeda justru datang dari kelompok suporter Laskar Ayam Jantan. Posisi akhir PSM di penghujung liga, tidak pantas untuk berada di papan tengah. Sebagai tim besar, PSM seharusnya bisa bicara banyak di liga yang di-cap tidak sekeras liga tetangganya (ISL).

 

“Setiap musim, PSM selalu bisa tembus papan atas. Musim ini PSM banyak kehilangan poin penting,” tukas Uki Nugraha, Koordinator Laskar Ayam Jantan.

 

Dijelaskan Uki, banyak pertandingan yang seharusnya dimenangkan justru gagal dimanfaatkan oleh PSM. Terutama laga tandang di putaran kedua. Dari enam laga, hanya sekali saja PSM berhasil memetik poin sempurna saat bersua Persijap Jepara. Sisanya, Pasukan Ramang selalu tumbang di tangan lawan.

 

Meski menyoroti performa PSM yang menurun, namun Uki juga menyebut faktor jadwal kompetisi yang berantakan, membuat target tim banyak meleset. “Ada tim yang sudah pasti juara, ada yang masih punya sisa pertandingan dan ada yang sudah pasti juru kunci. Musim ini liga memang berantakan,” tukas pria yang biasa dipanggil Daeng Uki ini.

(fir)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini