Gairah Minimalis Arema

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Sabtu 14 Juli 2012 03:53 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 14 49 663219 gnsklf7iOD.jpg Foto: Logo IPL/ ist

MALANG - Arema FC bakal menjalani sisa-sisa pertandingan Indonesian Premier League (IPL) tanpa gairah. Bagaimana tidak, target untuk meraih posisi runner up sudah tertutup setelah kekalahan 1-0 di kandang Bontang FC tengah pekan lalu. Situasi ini sedikit mencederai partai derby Jawa Timur kontra Persebaya Surabaya.

Pada pertandingan di Stadion Gajayana, Sabtu (14/7) hari ini, Arema hanya cukup mengamankan harga diri. Itu karena faktor lawan yang notabene adalah rival terbesar sekaligus abadi. Tentunya Singo Edan tidak ingin nema besarnya tercemar karena dipecundangi Persebaya.

Setelah tampil hanya dengan 14 pemain di Bontang, Arema sedikit lega karena ada tambahan kekuatan dengan kembalinya Marko Krasic dan Herman Romansyah yang sebelumnya terkena akumulasi kartu kuning. Sedangkan deretan pemain yang cedera masih harus menunggu keputusan jelang pertandingan.

Ahmad Amiruddin, Andrew Barisic dan Roman Chmelo, adalah pemain kunci yang masih berkutat dengan cedera. Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan resmi dari manajemen maupun pelatih soal kemungkinan keterlibatan mereka di laga kontra Persebaya.

“Kami jelas ingin menang. Ini merupakan pertandingan penting dan kami tetap menargetkan poin maksimal di dua pertandingan sisa IPL. Apalagi lawan adalah Persebaya Surabaya yang boleh dikata sebagai lawan paling penting di IPL,” ucap Noor Ramadhan, Media Officer Arema FC.

Pada pertemuan di putaran pertama silam, Arema FC harus mengakui ketangguhan Persebaya 2-1 kala berlaga di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Secara teknis kekuatan Singo Edan dan Bajul Ijo relatif setara dan cukup dimaklumi jika kedua klub ini sebelumnya beradu cepat meraih posisi runner up.

Sayang Arema terpeleset di laga versus Bontang FC, sedangkan Persebaya menang walk over (WO) melawan PSMS. Mental Arema FC pun sedikit terganggu setelah merasa dikerjai wasit Muklis Ali Fathoni di Bontang yang membuat semangat tim sedikit menurun setelah gagal berebut runner up.

Perubahan komposisi tim hampir dipastikan bakal terjadi di kubu Arema dengan kembalinya Marko Krasic dan Herman Romansyah. Dua gelandang itu kemungkinan akan kembali menempati posisi lapangan tengah jika Roman Chmelo belum bisa bertarung.

Problem sebenarnya justru di lini depan. Seandainya Amiruddin dan Barisic belum pulih, maka TA Musafri tak memiliki tandem yang mumpuni. Padahal peran TA Musafri, Amiruddin dan Barisic cukup solid, plus Putut Waringin Jati yang menyisir dari sayap kanan.

“Saya tidak ingin tim terpengaruh hasil di Bontang. Kami memang kecewa dengan kepemimpinan wasit dan sudah melakukan protes. Tim harus bisa fokus sepenuhnya menghadapi Persebaya karena ini juga pertandingan krusial,” cetus pelatih Arema FC Dejan Antonic.

Bagi Dejan, menempati posisi ketiga tidaklah terlalu jelek, walaupun Singo Edan sebelumnya membidik posisi kedua untuk meneruskan tradisi di AFC Cup musim depan. Ia membeberkan kondisi tim yang kurang beruntung sejak mengawali IPL musim ini dan tetap menghargai kerja keras pemain.

“Kami sering bertanding dalam situasi sulit. Saya menghargai tim yang tetap bekerja keras hingga mencapau perempatfinal AFC Cup. Saya berharap mendapat posisi setinggi mungkin di IPL karena Arema mempunyai cukup potensi untuk itu,” terang pelatih asal Serbia ini.

Kelemahan lain yang dihadapi Arema adalah faktor kelelahan. Dibanding Persebaya yang mempunyai masa istirahat sepekan lebih, Arema hanya memiliki dua hari recovery sepulang dari Bontang. Gagal mengembalikan kondisi fisik bakal berimplikasi buruk bagi tuan rumah di pertandingan nanti.

Prakiraan Formasi Arema (4-2-3-1):

Deniss Romanovs, Legimin Raharjo, Irfan Raditya, Hermawan, Fariz Bagus Dinata (belakang), Herman Romansyah, Marko Krasic, Putut Waringin Jati, TA Musafri, Purwanto, Jaya Teguh Angga.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini