Gengsi Derby Jatim Kurang Heboh?

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2012 04:24 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 13 49 662691 xfqziPXMZ9.jpg Derby Jatim: Persebaya vs Arema (Foto: Koran SINDO)

SURABAYA - Pertandingan penutup Persebaya Surabaya kontra Arema Malang di Gajayana Malang, Sabtu (24/7), terancam tereduksi dari sisi gengsi. Bagaimana tidak, kedua klub yang terlibat rivalitas abadi ini sudah tidak lagi berebut posisi runner up dalam klasemen akhir Indonesia Primer League (IPL).

 

Awalnya, laga Persebaya melawan tuan rumah Arema diprediksi bakal sengit. Sebab, kedua tim sama-sama berpeluang menduduki posisi runner di akhir musim. Di luar perkiraan, ternyata posisi runner up sudah diketahui lebih dini setelah Arema mengalami kekalahan dari Bontang FC 0-1,  Rabu (11/7). Sedangkan Persebaya meraih tiga pon usai menang WO atas PSMS Medan.    

 

Akibat kegagalan Arema meraih poin di Bontang, maka Persebaya sudah memastikan diri keluar sebagai runner up dengan mendulang 38 poin. Sedangkan Arema meski masih menyisakan dua pertandingan, salah satunya lawan Persebaya, poin maksimal Singo Edan hanya 37.

 

"Kita bersyukur sudah bisa memastikan posisi kedua tanpa menunggu pertandingan terakhir," ujar Manajer Persebaya Saleh Hanifah.    

 

Tetapi Saleh menegaskan Persebaya tetap akan tampil fight melawan Arema meski sudah tidak berpengaruh lagi di posisi akhir kelasmen IPL.

 

"Kami tetap akan tampil dengan kekuatan penuh. Bagaimanapun juga laga melawan Arema membawa gengsi sesama tim asal Jawa Timur," ujar pengusaha peralatan olahraga ini.

 

Sementara Pelatih Persebaya Divaldo Alves mengatakan para pemain sudah fokus menghadapi Arema usai gagal bertanding melawan PSMS. "Semua pemain sudah konsentrasi untuk pertandingan selanjutnya di Malang. Kami tetap ingin meraih hasil manis di pertandingan terakhir," ujar pria asal Portugal ini.

 

Meski di kandang lawan, peluang Persebaya menambah poin cukup terbuka. Sebab, Persebaya diuntungkan dengan kondisi pemain yang lebih bugar dibandingkan Arema. Persebaya  mendapat istirahat cukup lama, lebih dari seminggu. Sementara pemain Arema praktis hanya punya masa istirahat dua hari setelah dalam semingu  menjalani dua partai away beruntun.

 

Diakui Divaldo kondisi para pemain Persebaya memang lebih bagus karena tidak jadi bertanding melawan PSMS Medan. "Tidak adanya pertandingan melawan PSMS dampaknya untuk beberapa pemain memang  bagus. Sebab kita bisa memulihkan kondisi mereka," ujarnya.

 

Sebelum laga melawan PSMS,  kubu Persebaya sempat dihantam badai cedera.  Sedikitnya ada tiga pemain harus mendapatkan perawatan tim medis yaitu   Erol Iba, Fernando Soler dan Walter Brizuela. " Kondisinya sekarang sudah mulai membaik, " ujarnya. Rencananya, Persebaya akan bertolak ke Malang, Jumat (13/7) hari ini.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini