Langkah Terakhir Persema

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Minggu 08 Juli 2012 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 08 49 660263 E3LAY2AA5G.jpg Ilustrasi: Okezone

MALANG - Belum tuntasnya pembayaran gaji membuat para pemain Persema Malang semakin gusar. Mereka khawatir tunggakan itu nantinya dilupakan begitu saja oleh Konsorsium LPI begitu kompetisi usai.

 

Untuk mengantisipasi hal itu, pemain Persema sepakat bakal mengadukan keterlambatan gaji itu ke FIFA. Ini merupakan langkah terakhir yang ditempuh pemain setelah sekian lama berupaya keras namun hanya membentur tembok tebal.

 

Pemain Persema sudah sempat mogok latihan, mogok bertanding kontra Persija, serta melakukan protes langsung ke manajemen. Tapi upaya tersebut tak pernah berbuah solusi karena nyatanya gaji selama hampir empat bulan masih belum masuk ke rekening pemain.

 

Kapten Persema Bima Sakti mengungkapkan, pengaduan ke FIFA merupakan langkah terakhir. Dirinya berharap pihak konsorsium sudah melunasi tunggakan gaji sebelum surat yang kini telah disusun dikirimkan ke organisasi sepakbola dunia itu.

 

“Kami rasa ini jalan terakhir. Persema sudah menyelesaikan kompetisi tapi belum ada itikad baik soal pembayaran gaji. Dalam surat aduan itu kami akan lampirkan surat kontrak dan bukti sah lainnya. Semoga gaji kami lunas sebelum surat dikirim,” ujar Bima Sakti kemarin.

Dirinya belum bisa memastikan kapan akan mengirim surat pengaduan tersebut, namun paling lambat pekan ini. Bagaimana jika tak berhasil? Bima enggak berandai-andai, namun dirinya belum tahu apa langkah selanjutnya jika upaya terakhir itu juga gagal.

Persema sendiri sudah berkoar bakal mendapatkan investor asal Australia musim depan dan akan menjamin kelangsungan klub. Tapi itu bukan sebuah kabar gembira bagi pemain, karena mereka tetap menginginkan hak untuk musim ini dibayar lunas

 

“Kami hanya berpikir yang sekarang. Biarlah Persema nanti mendapat sponsor atau investor besar. Terpenting bagi kami adalah kondisi sekarang, di mana pemain sudah banyak berkorban tapi gaji belum juga sampai ke tangan,” tambah Bima.

 

Akhir pekan ini Bima masih meminta saran dari Asosiasi Pemain profesional Indonesia (APPI) terkait langkah pengaduan ke FIFA. “Kami ingin memahami bagaimana proses hukumnya. Setelah jelas, nanti surat akan kami kirimkan,” cetusnya.

 

Persema musim ini finish cukup mengecewakan di Indonesian Premier League (IPL). Menargetkan papan atas di awal musim, tim menjadi limbung karena persoalan gaji pemain dan akhirnya hanya berakhir di posisi tujuh klasemen sementara, bahkan masih berpotensi tergeser Arema FC dan PSMS Medan.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini