Petaka Persijap di Ujung Musim

Sundoyo Hardi, Jurnalis · Minggu 01 Juli 2012 05:18 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 01 49 656731

JEPARA – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah gambaran perjalanan Persijap di kompetisi musim ini. Alih-alih ingin memberikan hiburan kemenangan kepada para pendukungnya, Persijap justru harus menanggung malu.

 

Menjalani laga terakhir musim ini melawan Arema Malang di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara tadi malam, Persijap dipaksa mengakui keunggulan tamunya dengan skor tipis 0-1.

 

Gol tunggal Andrew Barisic di satu menit menjelang akhir pertandingan membuat Persijap menyerah di depan pendukungnya untuk kesekian kalinya. Kekalahan tadi malam bukan hanya menjadi petaka di pengujung musim, namun bisa saja berimbas terhadap posisi Persijap di papan klasemen.

 

Peluang Persijap untuk melampaui atau setidaknya menyamai pencapaian musim lalu sudah bisa dipastikan tertutup. Musim ini Persijap harus rela menyelesaikan kompetisi dengan berada di papan bawah. Jauh lebih buruk dibandingkan ”prestasi” musim lalu yang finish di papan tengah.

 

Mengantongi nilai 14, Persijap tertahan di peringkat kesepuluh dari 12 kontestan Indonesian Premier League (IPL) musim 2011/2012. Posisi Persijap masih bisa tergeser ke peringkat 11 atau bahkan menjadi juru kunci di akhir kompetisi. Lantaran tim yang berada di bawahnya yakni PSMS dan Bontang FC masih menyisakan empat pertandingan.

 

”Para pemain sudah berjuang maksimal di pertandingan ini. Seluruh kemampuan mereka telah dikeluarkan untuk meraih kemenangan. Tapi kami kecolongan di menit-menit akhir. Meskipun kalah, saya tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja seluruh pemain di lapangan,” kata Sartono Anwar, pelatih Persijap.

 

Kepada publik sepak bola Jepara, Sartono Anwar menyampaikan permohonan maafnya. Sebab, dia gagal membawa Persijap untuk memperbaiki peringkat di kompetisi musim ini.

 

Tampil dengan skuad utama, Persijap sebenarnya mampu mengimbangi permainan Arema. Tusukan-tusukan yang dilakukan duet striker Julio Lopez dan Made Wirahadi beberapa kali mengancam gawang tim berjuluk Singo Edan tersebut. Sayang, hingga akhir pertandingan tidak ada satupun gol yang tercipta.

 

Sementara itu, kubu Arema yang memang masih menyimpan misi menuju papan atas tampil lebih dominan. Sepanjang pertandingan, kiper Persijap Danang Wihatmoko harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari serbuan lawan.

 

(win)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini