Bukan Laga Formalitas

Sundoyo Hardi (Koran Sindo), Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2012 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 29 49 656100 S6QeBkQ5G2.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JEPARA – Peluang Persijap untuk melampaui atau setidaknya menyamai pencapaian musim lalu sudah bisa dipastikan tertutup. Musim ini Persijap harus rela menyelesaikan kompetisi dengan berada di papan bawah. Jauh lebih buruk dibandingkan ”prestasi” musim lalu yang finish di papan tengah.

 

Mengantongi nilai 14, Persijap tertahan di peringkat kesepuluh dari 12 kontestan Indonesian Premier League (IPL) musim 2011/2012. Posisi Persijap masih bisa tergeser ke peringkat 11 atau bahkan menjadi juru kunci di akhir kompetisi. Lantaran tim yang berada di bawahnya yakni PSMS dan Bontang FC masih menyisakan empat pertandingan.

 

Sedangkan Persijap tinggal menjalani satu laga pamungkas, yakni melawan Arema di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara sore ini. Praktis, nilai maksimal yang akan dikumpulkan Persijap adalah 17 dengan catatan mampu mengalahkan Arema di pertandingan hari ini.

 

Meski demikian, bukan berarti Persijap akan menjalani pertandingan hanya sekadar sebagai formalitas kompetisi saja. Anam Syahrul dkk tetap mengusung misi mulai saat menghadapi Arema.

 

”Kami tidak mungkin menyerahkan kemenangan begitu saja kepada Arema. Kalau Arema ingin menang, silakan berjuang melewati pertahanan Persijap,” tegas Anjar Jambore Widodo, asisten pelatih Persijap.

 

Menurut Anjar, meskipun tidak bisa lagi beranjak dari papan bawah, laga terakhir ini tetap memiliki sejuta makna bagi para pemain maupun para pendukung Persijap.

 

Bagi para pemain, inilah kesempatan terakhir mereka untuk unjuk gigi dan menjual dirinya kepada klub Persijap maupun klub lain. Jika mereka mampu tampil konsisten, tentu pemain tersebut akan lebih mudah mencari klub pada kompetisi musim mendatang.

 

”Kami tetap berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan pertandingan. Kami sudah bertekad untuk memberikan hiburan dan kepuasan kepada seluruh pendukung yang dengan setia telah menyertai perjalanan Persijap sepanjang musim ini,” ucap Anjar.

 

Terkait komposisi pemain, tim pelatih masih mempelajari statistik dan kondisi masing-masing pemain. Kembali pilar-pilar asing seperti Jose Sebastian, Julio Lopez, dan Banaken Bossoken menjadi angin segar bagi Laskar Kalinyamat. Akan tetapi, tidak ada garansi bagi mereka akan dimainkan sebagai starter.

 

Sikap indisipliner saat tidak hadir dalam laga melawan Persebaya menjadi salah satu pemicunya. ”Kami akan melihat kondisi terakhir para pemain sebelum memutuskan siapa saja yang akan dimainkan. Sejauh ini para pemain tetap bersemangat dan ini menjadi modal berharga untuk memuaskan para pendukung setia kami, ungkapnya.

 

Di sisi lain, ambisi besar mengiringi langkah Arema menuju Jepara. Kekalahan di kandang Persiba Bantul di laga sebelumnya menjadi pelecut semangat Singo Edan (julukan Arema) untuk mencari pelampiasan saat bermain melawan Persijap.

 

Arema menatap laga away ini dengan penuh percaya diri. Apalagi Hermawan dan Gunawan Dwi Cahyo yang absen di pertandingan melawan Persiba Bantul karena akumulasi kartu kuning, sudah bisa diturunkan lagi untuk memperkuat lini belakang. Selain itu, wing back muda Fariz Bagus Dinata juga sudah pulih dari cedera.

 

”Kami bersyukur karena sudah banyak pemain yang bisa kembali bermain. Laga melawan Persiba pekan lalu adalah laga berat karena kita kehilangan seluruh pemain belakang yang biasa menempati posisi inti,” terang Brillyanes Sanawiri, Manajer Arema seperti dikutip situs resmi IPL.

 

Dengan poin 22 yang dikumpulkan dari 16 pertandingan, Arema saat ini menempati peringkat sembilan klasemen sementara IPL. Tim asuhan Dejan Antonic itu masih bisa melesat ke posisi runner up di akhir kompetisi, asal bisa mengamankan poin di enam laga tersisa. Tantangan pertama tentulah Persijap.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini