BUDAPEST – Buat Presiden FIFA, Sepp Blatter, adu penalti memang sudah dianggap tragedi bagi tim manapun. Bahkan Blatter menyebut drama itu telah menyirnakan esensi dan spirit sepakbola itu sendiri ketika sebuah pertandingan harus ditentukan lewat tos-tosan.
“Sepakbola memang bisa menjadi drama, bahkan tragedi ketika terjadi adu penalti. Sepakbola tidak seharusnya ditentukan seperti itu, karena ketika terjadi adu penalti, sepakbola akan kehilangan esensinya sebagai olahraga tim,” tutur Blatter di sela-sela kongres FIFA di Budapest.
Demi menciptakan solusi alternatif bagi adu penalti, FIFA melalui Blatter membentuk sebuah task force dan Blatter memandatkan tugas itu dipimpin sang maestro asal Jerman, Franz ‘Der Kaiser’ Beckenbauer.
Tujuannya, untuk secepatnya mencari solusi terbaik, jelang Piala Dunia 2014 mendatang di Brasil. Piala Dunia mendatang hanya akan menjadi deadline dan seterusnya, tentu akan digunakan di berbagai arena sepakbola di seantero bumi.
“Mungkin, Franz Beckenbauer dan tim 2014-nya bisa menemukan solusinya, jika tidak hari ini maka besok,” tegas Blatter, sebagaimana dinukil NBCSports, Sabtu (26/5/2012).
Di gugus tugas tersebut, Beckenbauer akan ditemani Kalusha Bwalya sebagai wakil ketua yang juga punya pengalaman akan drama adu penalti. Bwalya menjadi bagian tim Zambia dan tim yang diasuhnya itu, belakangan memenangkan Piala Afrika tahun ini yang juga lewat adu penalti.
(Randy Wirayudha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.