Share

Persibo Kehabisan Akal

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Jum'at 25 Mei 2012 02:56 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 25 49 635230

BOJONEGORO – Tim Persibo Bojonegoro rupanya sudah kehabisan akal untuk mendapatkan pembayaran gaji dari Konsorsium LPI. Ketidakmampuan manajemen untuk menagih ke konsorsium, membuat tim menempuh langkah yang lebih jauh yakni mengadu ke Pemerintah Daerah setempat.

 

Skuad Persibo langsung mengadu ke Bupati Bojonegoro Suyoto walaupun pemerintah tidak lagi ikut campur dalam urusan klub sepakbola. Harapannya, power yang dimiliki bupati bisa meluluhkan konsorsium dan mencairkan keterlambatan gaji dan bonus tim selama dua bulan.

 

Kendati mengadu ke Bupati Bojonegoro sebenarnya bukan jalur yang benar untuk menagih pembayaran gaji, tapi tim tak mempunyai pilihan lain. “Kami sudah bekerja keras untuk membawa Persibo ke posisi yang lebih baik. Namun belum ada itikad baik untuk membayar hak pemain,” kata Pelatih Persibo Paulo Camargo.

 

Pihaknya berharap Bupati Suyoto bersedia membantu Persibo dengan turut menagih pembayaran dana klub ke Konsorsium LPI. Camargo khawatir persoalan finansial akan memengaruhi motivasi pemain di lapangan dan bakal terus menurun di sisa pertandingan Indonesian Premier League (IPL).

 

Apalagi di putaran kedua ini Laskar Angling Dharma harus menanggung banyak pertandingan away di banding putaran pertama. Sudah begitu, grafik penampilan Gustavo Hernan Ortiz dkk belakangan terus menurun dan semakin sulit memperoleh kemenangan.

 

Situasi lebih rumit karena pekan ini Persibo harus menghadapi lawan berat, yakni Persebaya Surabaya, di Gelora 10 November. “Bagaimana pun kami perlu motivasi dan semangat tinggi agar mendapat hasil maksimal. Salah satunya dari pembayaran gaji pemain,” lanjut pria asal Brasil ini.

 

Sudah tidak percaya manajemen? Camargo tidak berkomentar. Ia hanya mengatakan tim memerlukan power lebih besar untuk menagih ke konsorsium. Sebab selama ini manajemen yang terus menanyakan turunnya dana belum juga mendapatkan respons positif dari konsorsium yang memiliki saham Persibo.

 

Menanggapi keluhan Persibo, Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan bakal menanyakan perihal telatnya pembayaran gaji. Ia juga akan meminta konsorsium memahami kondisi yang dialami Persibo, karena telah berstatus sebagai pengelola klub sejak diambilalih dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

 

Sejak mengikuti Liga primer Indonesia (LPI), Persibo beralih kepemilikan ke Konsorsium LPI setelah sebelumnya menjadi milik Kabupaten Bojonegoro. Itu juga terkait tidak diperbolehkannya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai klub sepakbola.

 

Selain bakal menanyakan gaji pemain ke konsorsium, Suyoto juga memberikan sumbang bersifat pribadi sebesar Rp25 juta ke tim Oranye. “Saya juga berharap selanjutnya ada pihak lain yang turut membantu kesulitan Persibo untuk meringankan beban pemain,” kata Suyoto.

 

Jika dirinci, kebutuhan gaji pemain selama dua bulan mencapai nominal Rp1 miliar. Itu belum termasuk bonus lima kemenangan yang tiap kemenangan bonusnya sekira Rp25 juta untuk tim. Angka itu lumayan besar dan tidak mungkin tertutup oleh penjualan tiket laga home, apalagi di putaran kedua lebih banyak partai away.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini