nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Rasisme Membuat Evra Semakin Kuat

Aditya Putra, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2012 13:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 05 17 45 631012 A49Njb3hLt.jpg Patrice Evra. (Foto: Getty Images)

MANCHESTER – Wing back Manchester United Patrice Evra tampaknya masih belum bisa melupakan permasalahannya dengan striker Liverpool Luis Suarez. Menurut Evra, peristiwa yang melibatkan dirinya dengan Suarez merupakan hal tersulit yang pernah dialaminya.

 

Kasus rasisme yang melibatkan Evra dan Suarez berlanjut saat laga United melawan Liverpool pada Februari silam. Sebelum laga dimulai, Suarez menolak menjabat tangan Evra sehingga membuat situasi saat itu semakin memanas.

 

“Saya pikir, di Old Trafford merupakan laga yang tersulit yang pernah saya rasakan sepanjang hidup saya. Semuanya tentang berjabat tangan. Sulit bagi saya saat sebelum bertanding untuk memutuskan untuk menyalaminya,” ujar Evra, seperti dilansir Tribalfootball, Kamis (17/5/2012).

 

“Saya pikir, kebanyakan orang tidak akan mencoba untuk menjabat tangannya. Tapi, saya melakukannya dan dia menolak. Bagi saya, itu seperti, ‘Apa yang terjadi?’” sambung pemain berkebangsaan Prancis itu.

 

Evra, yang saat itu kesal dengan perilaku Suarez, mengaku sempat terpancing emosinya dengan menekel Suarez, meski yang kena justru rekannya sendiri, Rio Ferdinand. Namun, ia sadar emosi hanya akan membawa kerugian bagi timnya.

 

Setelah musim ini berakhir, Evra bisa melihat sisi positif dari serangkaian peristiwa yang menimpanya tersebut.

 

“Orang-orang boleh mengkritik saya dan bicara apapun, tapi tahun ini saya merasa lebih kuat, secara mental. Apa yang telah terjadi tahun ini merupakan tantangan personal bagi saya sendiri,” pungkas Evra.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini