nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Persema: Untuk Makan, Kami Membeli Nasi Bungkus

Decky Irawan Jasri, Jurnalis · Kamis 26 April 2012 02:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 04 26 49 618609 fyXqTmi2ls.jpg Logo IPL (foto:Ist)

JAKARTA - Persema Malang jadi salah satu klub Indonesia Premier League (IPL) yang jadi sorotan akhir-akhir ini. Bukan karena prestasi, tapi karena kendala keuangan klub yang dialami saat ini.

 

Manajemen Laskar Ken Arok, julukan Persema, mengaku sudah dua bulan lamanya tidak mendaparkan biaya oprasional dari pihak konsorsium IPL. Mengedepankan konsorsium memang jadi usaha IPL untuk menghindari dikeluarkannya Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) kepada klub.

 

Namun, apa yang digembar gemborkan diawal-awal gelaran IPL, sepertinya tidak dirasakan manajemen Persema saat ini. Pihak manajemen dengan tegas menyatakan, jika selama dua bulan lamanya tidak mendapatkan dana yang sudah dijanjikan di awal jalannya kompetisi.

 

Terhitung dua bulan yang lalu, Persema sudah tidak lagi mendapat suntikan dana oprasional yang mencapai angka Rp.70 juta sampai Rp.80 juta perbulan. Selain mandeknya dana oprasional klub, manajemen pun mengaku jika para punggawa Persema sudah hampir dua bulan lamanya belum mendapatkan gaji.

 

"Memang benar, sampai saat ini tidak ada dan belum turun dana dari pihak konsorsium IPL. Sejauh ini para pemain sudah menanyakan terus, tapi kami hanya bisa bilang untuk bersabar. Yang tersedat sampai dua bulan itu dana oprasional yang angkanya mencapai Rp. 70 juta sampai Rp. 80 juta perbulan. Sedangkan gaji pemain, belum dibayar satu bulan berjalan," ungkap manajer Persema, Asmuri.

 

Berbagai usaha untuk mencari kejelasan soal masa depan klub yang bermarkas di Stadion Gajayana, Malang, pihak manajemen pun sudah melancarkan surat kepada pihak konsorsium IPL.

 

Surat sendiri terang Asmuri, sudah dikirimkan sejak dua minggu yang lalu. Dan sampai saat ini, surat tersebut belum juga ada jawaban. Krisis di Persema pun sekarang seolah makin parah.

 

"Saat ini saja kami sudah tidak bisa membayar biaya makanan untuk tim, karena sudah tidak ada dana. Sampai-sampai, untuk makan tim saja membeli nasi bungkus. Kalau sudah seperti itu pasti sudah sangat parah kondisinya. Jujur kondisi ini sangat memberikan dampak negatif kepada pemain. Kami pun dari pihak manajemen, jadi sulit memerintahkan sesuatu kepada pemain," papar Asmuri.

 

Asmuri pun merasa yakin, jika apa yang dialami Persema juga dirasakan klub-klub IPL lainnya. Namun menurutnya, klub-klub tersebut sepertinya lebih memilih diam dan cenderung takut berbicara. Tapi Asmuri coba mengingatkan hal ini kepada klub-klub IPL lainnya, jika masalah ini harus disampaikan bersama agar ada jalan keluar terbaik.

 

"Jangan berdiam diri harusnya dengan adanya masalah ini. Karena kalau diam saja, tidaka akan ada jalan keluarnya. Karena saya merasa, klub-klub IPL lainnya juga memiliki masalah yang sama dengan Persema," jelasnya.

 

Sementara itu klub IPL lainnya yaitu Persija Jakarta, juga mengakui jika bulan ini belum mendapat kucuran dana dari pihak konsorsium. Namun, apa yang dialami klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut, menurut manajemen klub berkostum orange tersebut, tidak sampai separah dengan apa yang diterima Laskar Ken Arok. Manajemen mengaku, jika kendala yang ada masih bisa ditanggulangi sampai saat ini.

 

"Dana konsorsium yang diberikan kepada Persija untuk bulan ini masih dalam proses setahu saya. Memang kami akui jika bulan ini dana yang diberikan agak telat dari sebelum-sebelumnya. Tapi bisa dibilang untuk Persija tidak terlalu bergejolak," ungkap manajer Persija, Ardhi Tjahyoko.

(fir)

Berita Terkait

Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini