Wenger: Sudah Saatnya Hadirkan Teknologi Video

Randy Wirayudha, Jurnalis · Sabtu 14 April 2012 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 14 45 611504 XjY81FsZCg.jpg Arsene Wenger (Foto: Getty Images)

LONDON – Seiring dengan berjalannya waktu, hal apapun itu, tentunya harus selalu mengikuti perkembangan global. Dalam sepakbola, pembicaraan tentang pengentasan hal-hal konvensional, secara perlahan harus dilakukan.

 

Teknologi video adalah salah satu pembaharuan yang sudah harus menjamah sepakbola. Pelatih Arsenal, Arsène Wenger adalah salah satu figur sepakbola yang sudah lama mendambakan adanya tambahan teknologi video di lapangan.

 

Teknologi video itu nantinya akan membantu wasit untuk bekerja lebih efisien, dalam menentukan keputusan yang tepat. Bagi dunia olahraga, teknologi video bukan barang baru. Diketahui, tenis, kriket dan rugby, sudah memakai teknologi ini dan Wenger ingin, kini saatnya bagi sepakbola untuk ‘ikutan’ memanfaatkan teknologi video.

 

“Kita harus mengkaji situasi global dan saya rasa, semua otoritas sepakbola perlu duduk bersama dan melihat bagaimana kami berkembang dengan teknologi itu. Sudah waktunya bagi kita untuk bersatu membantu wasit dan mengurangi pendekatan konservatif,” ucap Wenger.

 

“Tentu penggunaan video takkan meragukan kewenangan mereka, malah hal itu akan menambah keyakinan, menambah kewenangan dan mengurangi kesalahan mereka,” lanjutnya, sebagaimana dilansir Sportal, Sabtu (14/4/2012).

 

Jika nantinya dikhawatirkan teknologi video akan membuat permainan dalam beberapa menit terhenti, The Professor malah berpendapat sebaliknya. Penggunaan video takkan mengganggu jalannya pertandingan.

 

“Penggunaan replay video takkan menghentikan pertandingan. Terkadang, video malah akan menambah alur pertandingan. Kenapa? Karena jika saya jadi hakim garis dan terjadi situasi offside yang berskala 50-50, saya pasti tergoda untuk menghentikan laga,” sambung Wenger.

 

“Jika saya tahu akan didukung video di belakang saya, saya akan tergoda untuk membiarkannya jika memang 50-50. Anda bisa meningkatkan alur permainan dan akan memeriksanya nanti,” tambah eks Défenseur RC Strasbourg tersebut.

 

“Kita memang harus menerima bahwa sepakbola punya pendekatan konservatif yang paling besar, jika dibandingkan olahraga lain. Hal itu memang bisa menjadi kekuatan. Tapi untuk pihak wasit, saya rasa itu merupakan kelemahan,” tuntasnya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini