Ketajaman Penyerang Arema Mencemaskan

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Sabtu 07 April 2012 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 07 49 607100 QRt647nol5.jpg Ilustrasi: Skuad Arema ketika meladeni Jeonbuk Hyundai di Liga Champions Asia (Foto: Daylife)

MALANG - Arema FC menghadapi problem tersendiri menjelang putaran kedua Indonesian Premier League (IPL) yang mulai bergulir pekan depan. Pelatih Antonic Dejan mendapati timnya seret produktifitas kendati secara permainan sudah seperti yang diharapkan.

Dalam empat pertandingan terakhir kontra Persebaya Surabaya, Ayeyawady United, Persema Malang dan Kelantan FA, Singo Edan hanya menciptakan dua gol. Sebuah catatan yang mengejutkan karena gawang Arema sudah kecolongan tujuh. Sebuah statistik yang pantas menjadi perhatian serius.

Padahal Arema mempunyai sederet striker, baik yang direkrut mulai awal musim maupun selepas putaran dua. Kecuali Jaya teguh Angga yang cedera, tim berlogo kepala singa memiliki Andrew Barisic, TA Musafri, Ahmad Amiruddin, Amadeus Suropati hingga Purwanto.

“Dari statistik memasukkan dan kemasukan, tim ini kurang berimbang. Kami hanya bisa bermain bagus, membuka peluang, tapi selalu kesulitan mencetak gol. Ini jelas situasi yang kurang bagus jika tidak segera diselesaikan. Kami berharap ada peningkatan secepatnya,” ungkap Dejan kemarin.

Dejan menyadari dirinya hanya bisa memberikan porsi latihan penyelesaian akhir, sedangkan pada praktiknya di lapangan tetap tergantung pemain. Dejan terlihat juga masih kesulitan menemukan pasangan yang tepat di depan, walau lebih suka memasangkan TA Musafri dan Barisic.

“Justru dalam situasi ini sebenarnya tidak boleh panik. Kami harus tetap optimistis dan tenang menghadapi situasi sulit. Selama pemain tidak frustrasi, saya masih berkeyakinan situasi akan berubah,” lanjut pelatih kelahiran 1969 tersebut. Dalam waktu yang tersisa sebelum putaran kedua, dirinya terus menggembleng kemampuan lini depannya.

Selepas ditinggal Noh Alam Shah, tim kebanggaan Aremania memang kehilangan sosok utama di barisan depan. TA Musafri yang dijadikan striker, sebenarnya sedikit dipaksakan karena ia berposisi asli gelandang serang. Roman Chmelo yang pernah dicoba sebagai striker juga tak banyak mengubah keadaan.

Paceklik di tengah banyaknya stok penyerang sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Purwanto, Jaya Teguh Angga maupun Ahmad Amiruddin sebenarnya bukanlah striker kelas wahid. Andrew Barisic juga dalam situasi tidak bagus karena belum lama didepak Persebaya juga karena tidak subur.

 

(seb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini