Difensore Belia Lazio Terkapar Koma

Randy Wirayudha, Jurnalis · Minggu 08 April 2012 00:20 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 07 47 607380 t2IgXrugwZ.jpg Mirko Fersini (kanan) (Foto: Il Messaggero)

ROMA – Dunia sepakbola sepertinya masih harus dirundung keprihatinan. Setelah simpati tersedot untuk Éric Abidal (Barcelona), Gennaro Gattuso, Antonio Cassano (AC Milan), Fabrice Muamba (Bolton Wanderers) dan Stiliyan Petrov (Aston Villa), kini giliran talenta muda Lazio, Mirko Fersini.

 

Fersini adalah seorang difensore belia berusia 17 tahun yang tergabung di dalam tim muda Lazio, di bawah asuhan mantan pemain, Simone Inzaghi. Fersini menderita koma yang dikhawatirkan akan mengekangnya secara permanen.

 

Koma yang diderita Fersini terjadi akibat kecelakaan lalu lintas ibukota, tepat pada perayaan Jumat Agung, dua hari lalu. Fersini jatuh dari skuter matic-nya setelah mencoba menghindari sebuah lubang yang menganga di ruas jalan.

 

Nahasnya, setelah menghindar, Fersini malah harus menubruk tong sampah berbahan besi padat, hingga membuat helmnya terlepas. Seperti kebiasaan anak muda di Italia, Fersini kerap hanya mengenakan helm tanpa menyempurnakan tali pengekang helmnya.

 

Pemeriksaan medis dalam perawatan pertama menyatakan, Fersini mengalami keretakan tulang tengkorak dan menyebabkan pendarahan otak. Kondisi seperti itu kemungkinan besar akan membuatnya koma secara permanen, alias selamanya.

 

Seluruh rekan tim, pelatih dan supremo Lazio – Claudio Lotito, tak pikir panjang untuk segera menjenguknya setelah mendapat kabar buruk tersebut di Rumah Sakit San Camillo.

 

Sang Allenatore, Simone Inzaghi yang terakhir mengasuhnya para turnamen Allevi Nazionale itu merasa terpukul. Keprihatinan mendalam pun terlontar dengan nada lirih dari adik kandung Attaccante Milan – Filippo Inzaghi tersebut.

 

“Dia seorang remaja yang menyenangkan dan seorang talenta hebat. Performanya berkembang pesat dan saya yakin dia seharusnya sudah dipanggil untuk memperkuat timnas (Italia) muda,” papar Simone Inzaghi, sebagaimana dinukil Football-Italia, Minggu (8/4/2012).

 

“Saya tak bisa menjelaskan perasaan saya lebih jauh. Tapi kami akan tetap berjuang di musim ini demi dirinya. Saya amat berharap dia bisa kembali bersama kami. Saya tidak ingin punya keyakinan bahwa hidupnya akan berakhir,” pungkasnya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini