nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dingin Fergie vs Mancio

Randy Wirayudha, Jurnalis · Sabtu 24 Maret 2012 02:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 03 24 45 598856 NgH0eVjSgi.jpg Perang urat syaraf Roberto Mancini (kanan) versus Sir Alex Ferguson tak terelakkan (Foto: Daylife)

MANCHESTER – Dalam tiap pertempuran, serangan-serangan psikologis atau psywar, selalu menjadi salah satu opsi yang dilakukan untuk menjatuhkan lawan. Terapan seperti itulah yang tengah berkecamuk di antara persaingan duo Manchester, United dan City jelang akhir musim ini.

 

Kubu City memulai lontaran perang urat syaraf kepada ‘saudara tuanya’ melalui komentar-komentar sinis Roberto Mancini. Pembesut City asal Italia itu menyebut dipanggilnya kembali Paul Scholes dari masa pensiun, sebagai tanda keputusasaan United untuk kembali mempertahankan gelar Premier League.

 

Tapi pantang bagi Fergie untuk mengacuhkan tantangan psywar dari rivalnya itu. Fergie melayangkan serangan balik dengan mengatakan, ‘diaktifkannya’ kembali Patrick Vieira dan Carlos Tévez, sebagai upaya pencegahan keputusasaan The Citizens yang kini mulai merasa pesimis setelah tahta puncak klasemen direbut United.

 

“Jika memanggil kembali gelandang terbaik pada 20 tahun terakhir di Britania Raya dianggap sebagai tindakan keputusasaan, maka kami menerimanya dengan baik. Saya rasa, Vieira juga akan ‘diprogram’ untuk tujuan serupa,” ejek Fergie kepada Mancio – sapaan Mancini.

 

“Roberto sedang gusar beberapa pekan ini. Kami akan selalu bermain dengan karakter kami. Akan ada banyak amunisi untuk menjatuhkan mereka hingga akhir musim,” sambungnya, sebagaimana dikutip The Sport Review, Sabtu (24/3/2012).

 

Komentar-komentar sinisme pun seperti tak berujung saat terlontar dari lidah Fergie. Terlebih ketika menyinggung masalah Tévez yang mulai kembali dipanggil ke skuad. Fergie mengganggap Mancio sudah frustrasi akan harapannya.

 

“Jika anda berbicara soal keputusasaan, lihat mmereka memainkan kembali pemain yang sebelumnya menolak dimainkan. Pelatih mereka bilang takkan memainkan dia (Tévez) lagi dan membuat pemain itu pulang ke Argentina selama lima bulan. Apa-apaan itu? Buat saya itu pantas dideskripsikan sebuah tindakan putus asa darinya,” tuntas Fergie.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini