Djohar: Marilah Duduk Bersama

Decky Irawan Jasri, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2012 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 14 51 593294 cKHfXHSyQ4.jpg Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.(foto:okezone)

 JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PSSI Djohar Arifin Husin meminta semua klub yang tergabung dalam Indonesia Super League (ISL), bisa duduk bersama. Rekonsiliasi menurut Djohar, sebagai alat untuk kembali menyatukan persepsi soal persepakbolaan Indonesia kedepannya.

 

Ke-13 klub yang tergabung dalam kompetisi ISL pun diminta hadir dalam pertemuan dengan PSSI di Hotel Crowne, Jakarta hari ini. Adapun ke- 13 klub tersebut di antaranya, Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persidafon Dafonsoro, Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, Persiba Balikpapan, Persisam Putra Samarinda, Persib Bandung, Sriwijaya FC, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya Karawang, dan Mitra Kutai Kartanegara (Kukar).

 

Sementara klub-klub yang tergabung dalam ISL tidak mau lagi duduk bersama dengan PSSI membahas rencana rekonsiliasi, sangat disayangkan Djohar. Pria yang juga mantan Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menilai, rekonsiliasi ini demi kembali menyatukan persepakbolaan Indonesia yang sudah terpecah belah.

 

"Semua pihak harus berpikir untuk kepentingan bangsa dan negara. Sangat rugi sekali kalau harus seperti ini terus tanpa ada jalan keluar. PSSI berharap mereka bisa datang untuk duduk bersama," ungkap Djohar di Jakarta.

 

Upaya rekonsiliasi sendiri memang semakin berembus kencang saat rencana Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) menggelar Kongres Luar Biasa (KLB, Minggu (18/3), di Hotel Mercure, Jakarta.

 

Dan pada waktu yang sama pula, PSSI melaksanakan Kongres Tahunan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Agar konflik tidak lagi berkembang jauh, Djohar berharap semua pihak berfikir untuk kebaikan bersama. Rencananya, dalam rekonsiliasi yang diinginkan PSSI, federasi sepak bola tertinggi Indonesia tersebut ingin mempertegas posisi klub-klub ISL di Kongres Tahunan nanti.

 

PSSI ingin tahu apakah klub-klub tersebut akan bertindak sebagai voter, peninjau, atau tidak sama sekali terlibat dalam Kongres pertama PSSI setelah Kongres Solo saat Djohar ditetapkan sebagai suksesor Nurdin Halid.

 

"Marilah mulai saat ini kita semua berpikir untuk kebaikan bersama. Tidak ada yang berkeyakinan ada yang paling benar atau siapa-siapa saja yang paling bersalah. Mari sekali lagi saya meminta untuk mencari jalan terbaik bersama," tandas Djohar.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini